Pasar Paseban, Pusat Busana Ekonomis Wilayah Salemba

JAKARTA — Sejak puluhan tahun yang lalu Pasar Paseban sudah melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan busana,  perhiasan emas, berbagai aksesoris, serta kebutuhan belanja bahan makanan sehari-hari.
Pasar yang nampak mungil dari luar serta terkesan padat dikarenakan kawasan parkir yang padat ini ternyata memanjang kebelakang tembus ke Jalan Kramat Lontar sampai ke bantaran kali.
Yang menarik dari Pasar Paseban adalah,  disini adalah pusat belanja busana yang ekonomis sekaligus ada pula kios-kios penjahit yang melayani berbagai jahitan pakaian pria-wanita, kebaya, obras, dan neci.
Mulyadi,  seorang pengusaha jahit bernama kios sinar jaya di Pasar Paseban sudah menjalankan usahanya selama tujuhbelas tahun.
“Untuk kios yang melayani jasa jahit, obras, dan lain sebagainya sudah ada sejak tujuhbelas tahun lalu, kemudian saya tambah ambil kios tiga tahun lalu khusus untuk potong kain dan keperluan administratif,” jelas pria yang akrab dipanggil Pak Mul oleh rekan-rekan dan anak buahnya.
Usaha Mulyadi serta rekan-rekan lainnya sesama penjahit di pasar paseban tergolong lancar. Langganan merekapun datang dari berbagai kalangan serta instansi.
” Khusus untuk kebaya dan baju daerah maka saya mengawasi langsung mulai proses potong hingga penjahitan bahan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kepuasan pelanggan itu nomor satu,” sambung Mulyadi.
Selain busana dan toko emas,  di pasar Paseban juga dapat dijumpai pedagang kue kering, barang-barang kelontong, kosmetik, dan berbagai kain serta busana batik.
Harapan para pedagang kedepannya adalah pasar paseban dapat diperluas lagi karena tempatnya sudah tidak memungkinkan menampung semua pedagang sekaligus barang-barang dagangan mereka.
SABTU, 19 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...