Pasca Kebakaran Mobil Limbah, KSOP Awasi Kendaraan Pengangkut B3

Mobil limbah yang terbakar
LAMPUNG — Kebakaran sebuah kendaraan jenis colt diesel berisi limbah cair sempat menjadi pertanyaan warga sekitar karena menimbulkan bau menyengat seperti bahan kimia. Hal tersebut juga diakui sopir ternyata berisi limbah cair jenis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 
Insiden terbakarnya mobil tersebut bermula akibat  kosrleting pada bagian pengapian kendaraan colt diesel warna kuning berplat nomor B 9112 BYU sehingga kendaraan hangus terbakar. Menurut sang sopir kendaraan naas tersebut, Supriyanto (43) asal Sribawono Kabupaten Lampung Timur ia sudah berkali kali mengangkut limbah B3 dari wilayah Palembang Sumatera Selatan menuju Jakarta untuk dilakukan pengelolaan lebih lanjut.
Petugas verifikasi dan pemantauan B3 otoritas Pelabuhan Bakauheni, Sohri menyebutkan,  kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk lebih meningkatkan pengawasan. Agar kejadian serupa tidak terjadi, apalagi sampai mengakibatkan kecelakaan laut.
Menurut Sohri,menurut PP No. 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang dimaksud dengan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun didefinisikan sebagai bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya.
Selain PP tersebut, aturan pengangkutan bahan beracun berbahaya juga diatur dalam beberapa peraturan yang selama ini masih perlu diketahui oleh pengemudi kendaraan. Diantaranya Surat Dirjen perhubungan Darat Nomor : AJ.306/6524/LLAJ edaran perihal : Prosedur penerbitan persetujuan pengangkutan bahan beracun dan berbahaya (B3). Selain itu prinsip prinsip keselamatan pengangkutan bahan beracun dan berbahaya harus diperhatikan terutama yang menggunakan jasa penyeberangan kapal.
“Salah satu sifat limbah berbahaya B3 diantaranya mudah terbakar dan beruntung mobil pembawa limbah berbahaya tersebut terbakar sebelum masuk ke kapal, bisa dibayangkan jika mobil terbakar saat di atas kapal bermuatan kendaraan lain,“ungkap Sohri kepada Cendana News, Selasa (29/9/2015)
Ia juga menjelaskan setiap kegiatan atau usaha yang berhubungan dengan B3, baik penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah dan penimbun B3, harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga kualitas lingkungan tetap pada kondisi semula. Apabila terjadi pencemaran akibat tertumpah, tercecer dan rembesan limbah B3, harus dilakukan upaya optimal agar kualitas lingkungan kembali kepada fungsi semula.
“Akibat kebakaran mobil pengangkut limbah berbahaya tersebut bahkan mengakibatkan kabel listrik yang ada di ruas Jalinsum ikut terbakar dan membahayakan pengguna jalan,” ungkap Sohri.
Terkait peristiwa mobil limbah cair berbahaya yang terbakar tersebut Sohri mengakui pengangkutannya seharusnya menggunakan alat angkut khusus seperti mobil tangki dan diberi simbol khusus, namun pada kasus tersebut B3 diangkut menggunakan drum yang sangat rentan terbakar. Terkait kejadian terbakarnya colt diesel Sohri mengakui beruntung kejadian terbakarnya berada di daratan sehingga terjangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Berdasarkan pengakuan sopir saat dikonfirmasi di kantor Polsek Penengahan mengakui ia mengangkut limbah berbahaya tersebut sudah beberapa tahun lalu. Pengiriman bahan berbahaya tersebut diakui Supriyanto menggunakan jasa penyeberangan LCT tapi sesekali pernah menggunakan jasa penyeberangan melewati PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Bakauheni.
Supriyanto dan pengurus kendaraan tersebut mengaku setelah mengetahui aturan yang sangat jelas terkait pengangkutan bahan beracun berbahaya ia tak lagi mengangkut limbah tersebut melalui pelabuhan penyeberangan bakauheni. Supriyanto pun mengakui pengangkutan bahan beracun berbahaya harus diangkut menggunakan kendaraan khusus. Ia berharap kejadian terbakarnya mobil yang ia kemudikan tersebut tidak terulang lagi terutama kondisi kendaraan yang tak layak jalan dan berakibat pada terbakarnya kendaraan berikut bahan berbahaya yang diangkut.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...