Pasca Pembebasan WNI, PNG Army Sambangi Kotis 323 Raider

Dansatgas Pamtas 323 Raider Kostrad perlihatkan plakat ke Komandan Kompi Bravo Batalyon 2 PNG Army, Kapten Guguk
JAYAPURA — Pasca pembebasan 2 WNI beberapa waktu lalu, Sekitar 70-an tentara PNG mendatangi Kotis Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 323/Raider Kostrad di Skouw, Kota Jayapura.
Kunjungan di Perbatasan RI-PNG, Selasa (22/09/2015) tersebut dimotori Konsulat Jenderal RI di Vanimo, PNG yang diwakili Juru Bicara Konsult, Allen Simarmata mendampingi 70-an Kompi Bravo Batalyon 2 PNG Army. 
Dalam pertemuannya, Allen menyampaikan kehadiran PNG Army ini untuk memperkokoh dan memperkuat kembali hubungan serta kerjasama secara umum antara Indonesia dengan PNG, antara Kota Jayapura dan Vanimo.
“Khususnya juga tentara kita Indonesia dengan tentara PNG, dan ini bukan yang pertama. Sebelum-sebelumnya juga tentara Indonesia dan PNG saling berkunjung satu sama lain, dengan maksud saling percaya diantara petugas-petugas di perbatsan ini,” kata Allen, Selasa (22/09/2015).
Dengan diselamatkannya dua sandera oleh tentara PNG, menurutnya, disitu terlihat keseriusan tentara PNG menghadapi persoalan yang telah dilakukan. “Ini konsulat Indonesia yang memfasilitasi kegiatan ini, dengan memperkenalkan tentara PNG yang melakukan tugas kemarin kepada Satgas Pamtas 323 Raider di Skouw, sebagai rasa terima kasih dari pemerintah Indonesia kepada pemerintah PNG terkhususnya tentara PNG,” ujarnya.
Komandan Satgas Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 323/Raider Kostrad, Letkol Inf Slamet mengapresiasikan adanya kunjungan dari Kompi Bravo Batalyon 2 PNG Army yang difasilitasi Konsulat RI di Vanimo, PNG.
“Bersyukur bisa menjalin komunikasi dengan mereka. Dengan ini hubungan kami dengan mereka dapat lebih baik ini. Memang, sebelumnya kami agak sulit berkomunisai dengan mereka, tapi sekarang Alhamdulillah semakin baik, dalam komunikasi,” kata Slamet.
Walaupun kedepan personil Yonif 323 Raider akan digantikan satuan lainnya, dikatakan Slamet, komunikasi pastinya tertap terjalin dengan adanya konsulat sebagai penghubung. “Walaupun ganti personil tetap akan berlanjut komunikasinya,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa ada campur tangan tokoh pemuda, masyarakat, agama dan lainnya, keamanan di wilayah perbatasan tidak akan terjamin. Karena, selain aparat keamanan masyakarat pun dapat menjaga keamanan dengan memberikan sekecil mungkin informasi kepada aparat keamanan diperbatasan.
“Segala persoalan yang ada di perbatasan pastinya akan melibatkan kedua negara, sehingga kedepan sangat diharapkan masyarakat juga turut andil dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kompi Bravo Batalyon 2 PNG Army, Kapten Guguk yang memimpin pembebasan sandera 2 WNI oleh kelompok bersenjata di wilayah PNG beberapa waktu lalu, mengucapkan terima kasih atas keramahan Tentara Nasional Indonesia yang telah menerima mereka untuk menjalin komunikasi.
“Masalah sandera yang telah kami bantu bebaskan, itu sudah selesai. Saat ini yang terpenting adalah komunikasi kami diperbatasan semakin baik, sehingga kedepan sekecil apapun masalah dibatas dapat kami atasi secara bersama-sama,” kata Guguk.
Dikesempatan itu, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 323/Raider Kostrad, Letkol Inf Slamet memberikan kenang-kenangan berupa plakat 323/Raider Kostrad sebagai ucapan terima kasih atas kunjungan Kompi Bravo Batalyon 2 PNG Army.
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...