Pasokan Berkurang, Harga Beras di Semarang Melambung

SEMARANG — Berakhirnya masa panen dan kekeringan yang masih melanda sebagian besar daerah di Indonesia menyebabkan pasokan beras mulai berkurang. Hal ini berimbas terhadap meningkatnya harga. Seperti yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. 
Beberapa pasar tradisional harga beras kualitas medium mengalami kenaikan bervariasi, yakni 200 – 400 rupiah perkilonya.  Pantauan Cendana News, di salah satu pasar tradisional Ngaliyan kota Semarang, harga beras medium C4 semula Rp. 8.500 – Rp. 8.700 per kg, naik menjadi Rp. 8.900 – Rp. 9.000 per kg. Bahkan harga beras medium C4 mencapai Rp. 9.600 per kg. Sementara itu, harga rata – rata komoditas berbagai jenis beras lainnya di kota Semarang juga mengalami kenaikan sekitar 500 Rupiah.
“Pekan lalu harga beras kualitas medium di kisaran Rp. 8.500 – Rp. 9.000 per kg, namun sekarang menyentuh Rp. 10.000 – 10.250 per kg,”ucap seorang pedagang beras dan sembako di Pasar Ngaliyan, kota Semarang, Watik kepada Cendana News, Selasa (29/09/2015).
Watik menambahkan, kalau melihat dari harga beras sekarang, kenaikan harga beras kali ini paling tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan harga beras periode sebelumnya sepanjang tahun.
Berdasarkan data sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok dari Kementrian Perdagangan, selama satu bulan terakhir, harga beras medium secara nasional cenderung merangkak naik. Sebagai contoh, pada 26 Agustus 2015, harga beras medium rata – rata secara nasional pernah mencapai Rp. 10.200 per kg.
Namun saat ini harga beras medium pada beberapa pasar tradisional di Semarang berada di kisaran Rp. 10.300 per kg, bisa dikatakan selama satu bulan terakhir harga beras medium belum pernah berada di bawah Rp. 10.000 per kg. Padahal titik normal harga beras jenis medium tersebut harusnya berada di kisaran Rp. 8.500 per kg.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...