Passa Penumpang Jatuh Ke Laut, Pengamanan Kapal Diperketat

LAMPUNG — Pengamanan kapal kapal di lintasan Selat Sunda terutama di kapal Roll on Roll Off (Roro) semakin diperketat pasca terjadinya insiden penumpang jatuh bernama Sobari Setiawan (34), dari kapal pada Selasa (1/9/2015) kemarin. Lintasan jasa penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni Lampung ke Pelabuhan Merak dan sebaliknya, yang termasuk paling sibuk di Asia Tenggara tersebut beberapa kali terjadi insiden penumpang terjatuh ke laut. 
Menurut Kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni, Sunaryo mengungkapkan, kejadian tersebut merupakan murni kecelakaan. Namun ia memastikan selama ini seluruh kapal ferry di Bakauheni-Merak selalu memiliki prosedur keselamatan dan bahkan alat alat keselamatan yang lengkap.
“Setiap kapal selalu kami beri himbauan dan di setiap kapal masing masing ada himbauan baik secara tertulis dan bahkan melalui lisan di speaker yang ada di kapal terkait larangan serta tata cara keselamatan kapal,”ujar Sunaryo saat dikonfirmasi Cendana News.com Rabu (2/9/2015).
Himbauan keselamatan tersebut bahkan diberikan dalam bentuk simulasi penggunaan life jacket, pelampung, serta cara cara keselamatan yang diberikan oleh Anak Buah Kapal (ABK). Selain itu di setiap kapal kebijakan pengamanan kapal melibatkan anggota polisi dari Polres Lampung Selatan dan juga anggota TNI baik AD maupun AL.
“Selain keamanan pengguna jasa pelayaran dalam hal keselamatan di laut juga kita melibatkan petugas keamanan di dalam kapal yang melibatkan petugas keamanan. Termasuk himbauan sederhana jangan berdiri di pagar kapal,,”ujar Sunaryo.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni AKP Ferya Kurniawan. Ia mengungkapkan sejauh ini pihak KSKP Bakauheni tetap dilibatkan dalam pengamanan kapal dan hal tersebut sesuai kebijakan masing masing pemilik kapal. Sebab menurut penuturannya masing masing kapal sudah memiliki petugas keamanan untuk keselamatan penumpang. Apalagi terkait insiden yang diduga merupakan upaya percobaan bunuh diri penumpang kapal.
“Kami selama ini diminta untuk pengamanan kapal selama pelayaran namun tidak semua kapal karena itu tergantung kebijakan masing masing kapal apakah akan meminta pengamanan dari polisi atau cukup dari ABK kapal bersangkutan,”ungkap Ferya Kurniawan.
Sehari sebelumnya Sobari Setiawan, 34, penumpang Kapal Roro Nusa Agung Jakarta nekat berusaha menghabisi nyawanya sendiri dengan cara terjun ke laut di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (1/9/2015). Diduga kuat, hal ini dilakukan lantaran Sobari tengah stres berat.
Menurut Frenandes, seorang saksi mata, Sobari saat itu tengah berdiri di sampingnya. Namun, tiba-tiba korban langsung terjun ke laut. Warga Desa Kebanaran, Kecamatan Madiraja, Kabupaten Banjar Negara, Jawa Tengah, ini bahkan sempat menenggelamkan diri hingga tak terlihat. 
Petugas yang berupaya mengangkatnya dari tengah Selat Sunda pun kewalahan. Tindakannya sempat menghambat proses evakuasi. Korban yang terkesan enggan untuk dinaikkan ke kapal akhinya berhasil dievakuasi petugas meski dengan cara paksa. 
Akibat peristiwa ini, ratusan penumpang pejalan kaki sempat tertahan hingga 2 jam lebih di Dermaga 3 Bakauheni. Tak hanya itu, ratusan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa juga menumpuk akibat Kapal Nusa Agung Jakarta telat datang karena harus melakukan pencarian terlebih dahulu.
RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...