Patung di Monumen Polwan Dibuat Pematung Asal Malang

MALANG — Bertepatan dengan hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-67 yang digelar pada tanggal 1 September 2015 lalu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Badrodin Haiti meresmikan pemugaran Monumen Polwan. Namun siapa sangka, pembuatan monumen Polwan dan patung Polisi Wanita yang berada di Jalan Sudirman Bukittinggi, Sumatra Barat justru dikerjakan oleh pematung yang berasal dari Malang.

M.Sayfudin Zuhri (37) atau yang lebih akrab di sapa Pujo ini merupakan pematung asli Malang yang berhasil mengerjakan proyek tersebut. Pujo mengaku pembuatan patung Polwan tersebut merupakan pekerjaan pertamanya di luar pulau Jawa.

Pujo mengaku bangga karena pekerjaan pertamanya di luar Jawa dia dapat langsung dari Mabes Polri. “Saya juga bangga karena bisa langsung mendampingi Bapak Kapolri saat meresmikan monumen Polwan,” jelasnya pria yang juga yang mengerjakan relief-relief yang terdapat di sekitar monumen Polwan.

Dibutuhkan ketelitian yang cukup tinggi untuk membuat patung Polwan tersebut. Mulai dari bentuk tubuh, seragam, sepatu hingga bentuk pangkat yang menempel harus detail dan sesuai dengan apa yang dikenakan oleh model.

Alumni lulusan Universitas Negeri Malang (UM) jurusan seni rupa ini mengaku mulai serius menekuni dunia pembuatan patung sekitar tahun 2000. Selain mendapatkan ilmu membuat patung dari bangku kuliah, dirinya juga sering mendapatkan ilmu tersebut dari pematung-pematung lainnya.

“Saya sering kumpul dengan pematung lain, dari situ akhirnya saya bisa bertukar ilmu dengan sesama pematung,” jelasnya.

Dengan di bantu 20-60 pekerjanya, Pujo bisa mengerjakan sebuah patung dengan lama pengerjaan dua sampai tiga bulan. Menurutnya, biaya untuk membuat patung logam setinggi lebih dari 2 meter bisa mencapai kurang lebih Rp. 600.000.000,-.

Pujo menjelaskan bahwa, semua proses pembuatan patung dia kerjakan di Desa bocek Rt 2 Rw 3 kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.

Selain membuat patung Polwan, Pujo juga pernah membuat patung Martin Leuter di seminar al kitab Asia Tenggara hingga interior museum Omah Munir. Karya-karya Pujo juga dapat di jumpai di Jatim Park dan Waisata Bahari Lamongan (WBL).

SABTU, 12 September 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...