Pedagang Ternak Prediksi Pembelian Hewan Kurban Tahun ini Sepi

YOGYAKARTA — Meski hari raya Idhul Adha sudah semakin mendekat, namun hingga kini sejumlah penjual hewan kurban seperti sapi dan kambing di sejumlah tempat di Yogyakarta mengaku masih belum ada peningkatan transaksi. Dibandingkan dengan tahun lalu, sebulan menjelang Idul Adha biasanya penjualan sudah ramai.
Pasar hewan ternak di Ngempak, Sleman, Yogyakarta, Rabu (2/9) masih terlihat lesu. Meski jelang hari raya kurban aktivitas di pasar hewan tersebut terlihat meningkat, namun para pedagang hewan kurban mengeluh sepi pembeli. Jika tahun lalu sebulan menjelang hari raya kurban mereka bisa menjual rata-rata sepuluh ekor sapi sehari, tahun ini mereka hanya bisa menjual sekitar 5 ekor sapi saja.

“Saat ini penjualan sapi dan kambing menurun 50 persen. Sedangkan, menjelang Idul Adha saat ini penjualan hanya meningkat sekitar 25 persen dibanding hari sebelumnya. Tahun lalu,” kata salah satu pedagang ternak, Tukijan di Yogyakarta, Rabu (02/09/2015).

Tukijan mengakui, jika harga sapi sekarang memang sudah mulai mengalami kenaikan rata-rata Rp 1,5-2 juta dari harga perekor sapi yang sebelumnya Rp 15 Juta. Sedangkan untuk harga kambing belum mengalami peningkatan. Harga seekor kambing saat ini, katanya, masih berada di kisaran Rp 2,5-3 Juta tergantung kondisinya. 
Menurut Tukijan, kenaikan harga sapi disebabkan oleh mahalnya pakan ternak saat ini. Selama musim kemarau, katanya, para peternak yang kebanyakan tinggal di desa dan rawan kekeringan kesulitan mencari rumput.

“Jadi, biaya pakan ternak membengkak karena peternak kadang terpaksa harus membeli rumput atau pakan ternak yang harganya satu ikat mencapai 10-15 ribu rupiah”, ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Tukijan memperkirakan para pembeli baru akan membeli hewan kurban ketika sudah dekat dengan hari raya kurban. Selain karena biaya pakan yang mahal dan sulit mencari rumput di musim kering ini, juga karena biasanya di detik-detik terakhir menjelang hari raya kurban ada sedikit penurunan harga jual hewan ternak.

RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...