Pembakaran Lahan, Tiga Daerah di Sulut Tercemar Kabut Asap

MANADO — Akibat Pembakaran Lahan yang dilakukan oleh warga di kecamatan Kakaskasen Tomohon, mengakibatkan udara di tiga daerah Kabupaten Kota di Sulawesi Utara tercemar kabut asap.
Pembakaran lahan kering di kecamatan Kakaskasen yang sudah berlangsung sejak Jumat (04/09/2015) kemarin hingga Sabtu (05/09/2015) siang ini masih terus berlangsung. Terlihat jelas kepulan kabut asap menutupi sebagian langit di kota Manado hingga menyebabkan udara tercemar. Angin yang berhembus cukup kencang membuat pembakaran lahan semakin meluas hingga kabut asap semakin padat di udara.
Selain, kota Manado, sebagian daerah di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara juga terkena dampak kabut asap, sehingga membuat warga harus menggunakan masker saat beraktifitas. 
Salah satu warga yang di temui di perumahan Sea Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa mengatakan, sejak kemarin kabut asap kiriman dari Tomohon sudah menganggu aktifitas warga di Sea, sehingga menyebabkan kegiatan warga tidak berjalan dengan normal karena pengaruh kabut asap yang cukup pekat. 
“Ini kabut asap sampe sabtu siang ini masih terjadi, semoga Pemerintah bisa segera mengatasi, karena warga disini sudah sangat terganggu” ujar Aldo yang ditemui Cendana News di Desa Sea Pineleng, Sabtu (05/09/2015).
Selain Aldo, Warga di kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara juga mengatakan hal yang sama. kabut asap sudah terjadi sejak tadi pagi, sehingga warga sini sudah diwajibkan menggunakan masker.
“karena kalau nyanda pake masker, bisa menyebabkan timbulnya penyakit gangguan saluran pernafasan. ” ujar Santy dalam dialek Manado kepada Cendan News.
Sementara itu menurut Herman Staf Siaga Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut yang ditemui di kantor BPBD Sulut Sabtu (05/09/2015) siang di jalan Bethesda Manado menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk segera mengatasi kabut asap, dan jika warga memang harus melakukan pembakaran lahan, pemerintah setempat harus ikut mengawasi agar kabut asap tidak berdampak luas, karena sudah mengganggu aktifitas warga. 
“kami sudah menghubungi pemerintah setempat, untuk segera mengatasi kabut asap itu, karena jika terus terjadi, warga yang melakukan pembakaran lahan akan kami berikan sangsi” tegas Herman.
Hingga Sabtu siang, ini kabut asap masih terus terjadi, dan jika dilihat dari puncak Manado, pembakaran lahan bisa terlihat jelas

SABTU, 5 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...