Pembalakan Liar, Empat Hutan NTB Alami Kerusakan Parah

MATARAM — Kepala Seksi Pengamanan Hutan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Burhan menyebutkan, dari sekian banyak kasus pembalakan liar yang ditangani Dinas Kehutanan NTB, empat hutan di antaranya mengalami kerusakan paling parah, dengan luasan kerusakan lahan mencapai ratusan hingga ribuah hektar.
“Ada empat kawasan hutan negara di NTB yang mengalami kerusakan akibat pembalakan liar oleh warga yang kondisinya paling parah, antara lain, kawasa hutan Labangka, Kabupaten Sumbawa, Tambora, Mata dan kawasan Hutan Rinjani,” kata Burhan di Mataram, Sabtu (19/9/2015).
Kerusakan parah tersebut terjadi, bukan hanya karena ulah warga semata, tapi juga melibatkan pengusaha, baik dari daerah setempat maupun dari luar NTB untuk dijual sebagai bahan bangunan ke luar NTB. Modus mengatasnamakan hutan rakyat, kerap digunakan para pengusaha maupun warga untuk mengkelit dari jeratan hukum.
Di hutan negara Labangkan, Kabupaten Sumbawa sendiri luas hutan yang mengalami kerusakan akibat aksi pembalakan liar mencapai seribu hektar dari luas lahan hutan Labangka, yaitu 118 670, sementara di kawasan Rinjani yang merupakan hutan sumber mata air yang menghidupi jutaan dan puluhan ribu hektar masyarakat pulau Lombok, kerusakannya sudah mencapai seratus hektar lebih.
“Keterbatasan personil dan peralan menjadi salah satu kendala penanganan kejahatan hutan negara di NTB. Upaya penghijauan pada musim penghujan merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kondisi hutan yang gundul, termasuk dengan menggandeng aparat TNI melakukan pengawasan,” katanya.

SABTU, 19 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...