Pembangunan Jembatan Layang Jatingaleh Timbulkan Kemacetan Baru

SEMARANG — Antrean kendaraan bermotor terlihat mengular di sepanjang jalan Gombel Lama, kawasan Jatingaleh, Kota Semarang, terkait dimulainya pelaksanaan proyek pembangunan jembatan layang Jatingaleh. Tampak di lokasi aktivitas alat berat mulai melakukan pengerukan tanah, ditambah dengan lalu – lalang keluar masuk puluhan kendaraan truk pengangkut material.
Proyek pembangunan jembatan layang Jatingaleh tersebut diperkirakan selesai dalam waktu sekitar dua tahun, diharapkan akan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Jembatan layang Jatingaleh sifatnya mendesak, mengingat jalan arteri utama Jatingaleh sudah overload.
Walaupun masih dalam tahap awal pengerukan tanah, namun proyek tersebut telah berdampak menimbulkan kemacetan lalu – lintas yang tidak dapat dihindari, baik yang mengarah naik ke atas Bukit Gombel, maupun arah sebaliknya di sepanjang kawasan Jatingaleh, Semarang Atas.
Warga masyarakat setempat berharap, Pemerintah Kota Semarang segera memikirkan solusi jalan keluar yang terbaik terkait imbas kemacetan yang ditimbulkan dari proyek pembangunan jembatan layang Jatingaleh, yang penyelesaiannya diperkirakan akan memakan waktu lama.
Mereka sebenarnya pada prinsipnya setuju dan mendukung proyek pembangunan jembatan layang Jatingaleh tersebut. Namun mereka juga tidak menginginkan munculnya dampak kemacetan yang baru karena terkena imbas adanya kegiatan pembangunan jembatan layang.
” Sebelum memulai pelaksanaan proyek pembangunan jembatan layang Jatingaleh tersebut, mestinya Pemerintah Kota Semarang sudah memikirkan antisipasi kemungkinan adanya kemacetan arus lalu lintas,” kata Bekti Sunandar, warga Kelurahan Tinjomoyo ketika ditemui Cendana News, Jumat (18/09/2015).
Pantauan Cendana News di lapangan, aparat kepolisian Satlantas Polrestabes Semarang telah melakukan rekayasa arus lalu – lintas di sekitar kawasan Jatingaleh. Antara lain menjadikan jalan Setia Budi menjadi satu arah keatas menuju bukit Gombel, sedangkan kendaraan bermotor dari atas bukit Gombel dialihkan ke jalan Gombel Lama.
Namun kenyataannya setiap pagi saat jam – jam sibuk berangkat ke sekolah maupun berangkat kerja, kemacetan panjang arus lalu lintas kendaraan bermotor tidak dapat dihindari, mulai dari Bukit Gombel hingga Ksatrian, jalannya arus lalu lintas padat merayap satu per satu bergantian.
” Memang ada beberapa jalur alternatif yang dapat dipergunakan oleh para pengguna jalan untuk menghindari kemacetan  selama pembangunan jembatan layang Jatingaleh, namun kami belum memikirkan hal tersebut ,” kata Kadishubkominfo Kota Semarang , Agus Harmunanto.
Agus Harmunato menambahkan, saat ini dinas perhubungan masih fokus terhadap pelaksanaan rekayasa arus lalu lintas di kawasan sekitar Jatingaleh, dimana dalam hal ini pihaknya telah bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang.
Saat ini terdapat dua titik yang dijadikan untuk putar balik atau U turn sementara, pertama di depan Nasmoco Bukit Gombel dan kedua di bawah jembatan Ksatrian, Jatingaleh.  Meskipun sudah dipasangi pembatas jalan dan tanda larangan untuk tidak boleh berputar arah sembarangan, namun kenyataannya masih banyak kendaraan motor nekat melintas seenaknya.
JUMAT, 18 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...