Pembayaran Asuransi TKI Melalui Kementerian Dinilai Rugikan Daerah

MATARAM — Pembayaran asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat yang dilakukan melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta dinilai merugikan daerah dan hanya menguntungkan pemerintah pusat. Hal tersebut dikatakan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTB, Kasdiono di Mataram, Selasa (15/09/2015).
Menurutnya, seharusnya dengan adanya otonomi daerah, Pemda NTB diberikan kewenangan tersendiri mengelola asuransi puluhan ribuan TKI asal NTB yang bekerja ke sejumlah negara tujuan, seperti Malaysia, Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah lain.  Namun saat ini pengelolaan asuransi TKI masih saja dikelolan Kemenakertrans.
“Mendesak Pemda NTB untuk meminta kepada pemerintah pusat, khususnya Kemenakertrans, supaya pengelolaan asuransi TKI bisa dikelola sendiri oleh daerah, baik melalui Disnakertrans maupun BUMD, supaya masyarakat lebih mudah melakukan pengurusan ketika melakukan klaim,” kata Kasdiono.
Selain itu, sebagai daerah penyalur TKI terbesar di Indonesia, sudah seharusnya NTB bisa melakukan pengelolaan sendiri asuransi bagi TKI. 
“Bayangkan dengan jumlah masyarakat NTB yang pergi menjadi TKI setiap tahunnya mencapai puluhan ribu dengan nilai asuransi setiap TKI 50 ribu misalkan itu nilai asuransinya bisa mencapai miliaran dan bisa berdampak positif juga kalau dikelola langsung oleh daerah.”sebutnya.
Selain soal pengelolaan asuransi, Kasdiono juga meminta kepada Pemda NTB untuk lebih tegas kepada ratusan PPTKIS mewajibkan membuat kantor perwakilan, khususnya yang dari luar NTB yang melakukan prekrutan TKI di NTB.
“Harus ada kantor perwakilan bagi PPTKIS luar yang merekrut TKI di NTB, mewajibkan para pengelola PPTKIS memberikan uang jaminan, sehingga ketika nanti ada masalah dengan TKI yang diberangkatkan PPTKIS bersangkutan, mereka mudah diketahui keberadaannya dan tidak lari dari tanggung jawab” ungkapnya.
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...