Pemko Surabaya Gelar Uji Materi Perubahan Perda Perlindungan Anak

SURABAYA — Dalam mencapai sebuah peraturan yang dapat melindungi, Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, Yayasan Genta Surabaya dan AJI Surabaya menggelar uji publik mengenai rancangan perubahan Perda No.6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak kota Surabaya.
Salah satu narasumber, Nonot Suryono dari Surabaya Children Crisis Centre menjelaskan perlunya rancangan perubahan tentunya masukan perbaikan untuk Perda agar lebih baik.
“Uji publik ini diharapkan memberikan masukan terutama soal perbaikan dari Perda sebelumnya,” Kata Nonot dalam pertemuan tersebut, Rabu (09/09/2015).
Dalam pemaparannya, Nonot menjelaskan tentang pentingnya peran serta pemerintah, sekolah dan orang tua terhadap anak.
Narasumber lain, Miftah Faridl dari AJI Surabaya menekankan soal pentingnya kode etik yang harus dipatuhi jurnalis dalam meliput anak, terutama yang menjadi korban kekerasan dan seksual.
“Jurnalis harus mentaati dan menerapkan perilaku peliputan yang baik,” Tegasnya.
Terkait dengan revisi Perda, Faridl berharap adanya rumusan atau pasal yang mengatur soal peliputan anak.
Uji publik ini juga akan meminta masukan dari berbagai pihak yang hadir seperti kepolisian, praktisi pendidikan, LSM dan pemerintah untuk revisi Perda kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Hak Anak. Masukan ini akan dibahas pasal per pasal dan hasilnya akan diajukan ke DPRD Surabaya.
RABU, 9 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...