Pemuda Sepatutnya Berdiri di Garda Terdepan Memerangi Lahirnya Komunis Gaya Baru

Jaswanto 

KENDARI—Idiologi komunis merupakan idiologi yang sangat berbahaya, itu telah di buktikan dengan sejarah kelam yang terjadi di Indonesia dengan adanya pemberontakan pada tanggal 30 September 1965 yang kemudian dikenal dengan G 30 S/PKI.

Ketika gerbang reformasi dibuka, peristiwa G.30.S/PKI adalah salah satu peristiwa yang digunakan sebagai alat untuk menyudutkan era sebelumnya yaitu Orde Baru. Bahkan akhir-akhir ini muncul wacana tentang rencana permintaan maaf oleh Presiden RI kepada korban dan keluarga PKI atau simpatisannya.

Wacana tersebut tentu mengundang reaksi pro dan kontra. Menurut Jaswanto, Ketua Umum Lingkar Studi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Lisuma Sultra) dan Koordinator Lingkar Studi Pancasila Kendari, wacana tersebut bisa disikapi dengan mengikuti apa yang disarankan MUI (Majelis Ulama Indonesia) yaitu, menolak  wacana dan rencana permintaan maaf oleh Presiden RI kepada keluarga PKI atau simpatisannya, menolak RUU KKR (Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi)  yang merupakan agenda kaum komunis dalam prolegnas yang bermaksud menyebarkan kembali idiologi komunis dalam kehidupan bernegara, menuntut pemerintah RI bersikap tegas kepada gejala kebangkitan kembali komunis di Indonesia dengan UU No 27 tahun 1999 Jo. Pasal 107a-107e KUHP,

Menurut mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2010 Universitas Halu Oleo ini untuk mengantisipasi agar hal itu tidak kembali terjadi di negeri ini, penangkal yang paling tepat sebagai benteng utama adalah pancasila sebagai idiologi pemersatu bangsa.

“Pemahaman tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah solusi nyata untuk menangkal kembali berkembangnya idiologi komunis, Semua pemuda sudah sepatutnya berdiri di garda terdepan untuk memerangi lahirnya kembali komunis di Indonesia.” jelasnya.

Jaswanto mengamini bahwa ada indikasi munculnya komunis gaya baru dan menyasar kampus sebagai tempat untuk melakukan propaganda. Menanggapi hal ini, mahasiswa yang pernah menjadi Presiden Mahasiswa Fakultas Hukum tahun 2013 ini menyampaikan bahwa kampus merupakan tempat berkumpulnya generasi muda dengan berbagai gejolak semangat kebangsaan.

“Bungkus yang biasanya digunakan mereka ketika menyasar kampus adalah memunculkan propaganda bahwa PKI adalah korban rezim Orde Baru. Dengan cara demikian maka mereka berharap idiologi komunis bisa tumbuh dan berkembang lagi di kalangan kaum muda yaitu mahasiswa,” lanjut lelaki yang mendapatkan gelar Saraja Hukum pada tahun 2014 ini.

Dengan keadaan yang demikian, Jaswanto menyampaikan mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus untuk lebih berhati-hati. Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, jika mahasiswa mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, itu akan menjadi filter untuk bisa lebih kuat membentengi diri, bangsa dan negara dari upaya berbagai pihak yang ingin mengganti idiologi Pancasila menjadi idiologi komunis.

G.30.S/PKI adalah sejarah kelam bangsa Indonesia.  Pembunuhan secara keji di Lubang Buaya adalah puncak pengkhianatan PKI terhadap Pancasila. Sudah sepantasnya, seluruh pemuda di negeri ini bersatu padu menolak tegas kebangkitan komunis di atas bumi pertiwi apapun alasannya.

RABU, 30 SEPTEMBER 2015
Jurnalis : Sari Puspita Ayu
Foto : Dokumen Pribadi Jaswanto
Editor : Gani Khair

Lihat juga...