Penanganan Dugaan Korupsi Kades Lolang NTT Dinilai Lamban

FLORES — Warga menilai penanganan kasus dugaan korupsi Kepala Desa (Kades) Lolang lamban, meski  sudah dilaporkan Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat ke lembaga Inspektorat Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum ada sinyal tindak lanjut.
Salah seorang warga Desa Lolang, Frans Maleng kepada Cendana News mengatakan, laporan BPD Lolang semestinya segera ditindaklanjuti Inspektorat untuk memastikan kebenaran.  
“Memang BPD yang lapor masalah ini. Tapi saya sebagai tokoh masyarakat sangat mendukung laporan mereka,” ungkapnya melalui telepon seluler, Kamis (17/09/2015).
Terhadap sikap lamban yang dipertontonkan Inspektorat, Maleng mencurigai adanya atraksi dramaturgi dalam rangka mengkamuflase persoalan. 
“Saya lihat, pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat ini tidak jelas. Seperti hanya supaya kita lihat ada pemeriksaan,” tutur Maleng.
Sementara itu, Maleng juga menyayangkan sikap teledor pihak BPD selaku pelapor. Semestinya BPD, kata dia, proaktif menuntut sikap kooperatif pihak Inspektorat.
Sebelumnya telah diberitakan, Kades Lolang, DJ dilaporkan pihak BPD dengan dugaan terlibat dalam empat kasus.
Sekretaris BPD Lolang, Aleks Po’ang mengatakan, DJ diduga korupsi beras bantuan gagal panen  dan raskin bulan ke-13 tahun 2014. Dia juga diduga mengkorupsi uang pembangunan kantor desa berupa penyusutan ukuran dari 9 m x 7 m menjadi hanya 7 m x 6 m. Dugaan kasus lainnya adalah pemanfaatan dana padat karya tidak sesuai sistem.
Dimintai penjelasan terkait dengan hal ini, Kepala Inspektorat Kabupaten Manggarai mengakui sedang hendak melakukan perjalanan keluar dan belum bisa ditemui.
KAMIS, 17 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...