Penerobosan Jalur Busway Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Aparat Terkait

Pengguna jalan lewati jalur bus way meski jalan utama tidak macet
JAKARTA — Masih segar didalam ingatan kala Aparat gabungan Polisi dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menilang para pengendara penerobos jalur busway dengan denda ratusan ribu rupiah. Namun hal ini ternyata hanya menjadi “proyek” dadakan saja,  karena tidak dilakukan secara berkelanjutan.
Kontrol diri serta kesadaran masyarakat akan aturan yang berlaku ditambah penanganan pelanggaran yang ‘setengah hati’ secara tidak langsung memperburuk keadaan. Kesan yang timbul disini adalah pembenaran, yaitu pembenaran atas apapun yang dilakukan di jalan raya.
Salah satu daerah yang rawan penerobosan jalur busway adalah sepanjang shelter busway Salemba UI sampai shelter Salemba Capitol Carolus. Salah seorang Petugas piket shelter di lokasi berinisial JHR menjelaskan, terkait masalah penerobosan dan lainnya adalah ranah aparat gabungan Polantas,  Dishub,  dan Satpol PP. 
Sedangkan awak serta crew busway baik di dalam shelter maupun Bus Trans Jakarta hanyalah memiliki kewenangan menjalankan operasional angkutan umum bagi masyarakat.
“Menurut kami razia dari aparat terkait dalam penanganan penerobos jalur busway juga harus digalakkan lagi. Namun tidak hanya itu saja,  masyarakat juga harus melatih diri supaya menaati aturan yang ada,” papar JHR melanjutkan penjelasannya.
Dalam keadaan macet masih dapat dimaklumi jika ada penerobos-penerobos yang memanfaatkan jalur busway,  tapi saat lalulintas sedang lancar dan masih saja dilanggar,  maka hal tersebut benar-benar disengaja serta layak mendapatkan pencerahan berupa tindakan secara tegas dari aparat terkait.
Esensi masalahnya bukanlah pada denda atau larangan keras menerobos jalur busway tersebut,  namun lebih kepada peningkatan kesadaran masyarakat akan aturan di jalan raya, serta keseriusan aparat yang terkait untuk mengawal aturan tersebut agar selalu siaga dan bukannya menjadikan razia sebatas sebagai ‘event’ bulanan atau mingguan.

RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...