Pengamat: Serapan Anggaran ‘Kabinet Kerja’ Jokowi JK Baru 26 persen

NASIONAL — Pengamat Ekonomi Politik dari Center of Budget Analysis (CBA) Uchok Khadafi mengatakan, dalam semester 1 APBN 2015 serapan anggaran ‘Kabinet Kerja’ Jokowi JK baru sebesar 26 persen dari total, atau realiasasi anggaran baru sebesar Rp.208,5 Triliun.
“Dengan minimnya penyerapan ini, berarti kementerian yang rendah penyerapannya bisa dinilai sebagai kementerian yang paling pemalas, dan memang perlu evaluasi,”ujar Uchok Kepada Cendana News Saat di Temui di Gedung Parlemen Nusantara III, Kamis (03/09/2015).
Uchok menyebutkan, semestinya diganti Menteri yang malas, sebab bertentangan dengan motto Jokowi yakni kerja…kerja…kerja… Jika Malas lebih baik ganti.
Berikut kementerian Kerja Jokowi JK yang mempunyai daya serap yang rendah dalam semester satu untuk realisasi APBN 2015, sebagai berikut:
1). Kementerian desa, PDT, dan transmigrasi hanya sebesar 3.7persen
2). Kementerian energi, dan sumber daya mineral sebesar 9.0persen
3). Kementerian tenaga kerja sebesar 9.2persen
4). Kementerian dalam negeri sebesar 10.4persen
5). Kementerian perhubungan sebesar 10.7persen
6).Kementerian pariwisata sebesar Rp.11.3 persen bidang pembangunan manusia, dan kebudayaan sebesar 11.4 persen
7).Kemenko  Kemaritiman sebesar 12.6 persen
8).  Kemenkoinfo sebesar 12.7 persen
9). Kemendag sebesar 15.9 persen
10). Kemenperin sebesar 16.6 persen
“Kami dari CBA meminta kepada DPR RI atau komisi terkait untuk memanggil menteri tersebut untuk segera mengevaluasi kinerja mereka yang jeblok lantaran penyerapan anggarannya hanya dibawah 17 persen,”tandasnya.
Dia menyebutkan, rendahnya penyerapan anggaran ini, membuktikan, selama ini hanya makan tunjangan dan makan gaji buta, serta menikmati fasilitas negara tanpa ada rasa tanggungjawab.

KAMIS, 3 september 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...