Pengiriman Hewan Kurban ke Jawa dari Sumatera Meningkat

LAMPUNG — Semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah berpengaruh pada meningkatnya pengiriman hewan kurban jenis kambing dan sapi dari Sumatera ke Pulau Jawa. Dalam sepekan terakhir bahkan pengiriman kambing mencapai 3 mobil yang sebelumnya hanya 1 mobil dalam sepekan.
Salah satu penjual kambing asal kabupaten Pringsewu Lampung, Aan (34) mengaku saat ini permintaan kambing banyak berasal dari wilayah Cilegon, Serang yang ada di wilayah Provinsi Banten. Aan mengungkapkan secara umum permintaan kambing sudah sering dipenuhinya berdasarkan pesanan para penjual kambing.
“Kami memliki langganan penjual kambing yang ada di wilayah Banten yang membeli dari wilayah Pringsewu untuk dijual kembali di pasar ternak di Banten,”ungkap Aan saat ditemui media Cendana News di Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni Lampung, Selasa (15/9/2015).
Aan mengaku, sebelum idul Kurban atau Idul Adha ia biasa mengirim sebanyak rata rata 2 kendaraan L300 ternak kambing ke Cilegon. Permintaan yang bisa dipenuhi olehnya sebagai “belantik” atau perantara jual beli kambing baru permintaan dari wilayah cilegon karena jaraknya relatif dekat. Dalam sekali pengiriman ia mengaku mengirimkan sebanyak 40 ekor kambing jenis kepleh, kambing jantan lokal.
“Kalau tak ada pesanan kami tidak mengirim ke Cilegon tetapi memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya karena memperhitungkan biaya perjalanan menyeberang melalui laut,”ungkap Aan.
Aan mengaku sebelum menyeberang ke Pulau Jawa ia harus melengkapi dokumen karantina hewan serta melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Kabupaten asal kambing tersebut. Kambing tersebut rata rat dibeli dari peternak di desa desa baik yang peternak intensif maupun petani peternak dengan harga rata rata Rp2juta dan dijual di Cilegon mulai harga Rp.3 juta untuk jenis kambing tertentu.
Kambing tersebut dibelinya dari wilayah Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu bahkan hingga ke Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Permintaan semakin meningkat diakuinya menjelang hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah untuk kebutuhan hewan kurban.
Petugas BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni Adi Santoso saat dikonfirmasi mengakui dua pekan jelang Idul Adha sudah terjadi kenaikan pengiriman sebanyak 15 persen dibanding hari biasa. Kenaikan tersebut dirata rata dari jumlah kambing dan sapi yang dikirim mencapai di atas 200 ekor perhari sementara saat ini bisa mencapai lebih dari 200 ekor. Peningkatan pengiriman juga terjadi pada ternak lembu tau sapi dari sejumlah peternakan di Lampung yang dikirim ke Jawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News, harga hewan kurban menjelang Idul Adha 1436 Hijriah pada tahun ini naik 10-20 persen dibanding pada tahun 2014 lalu. Harga kambing naik Rp 250 ribu per ekor dan lembu Rp 1 juta-Rp 2,5 juta per ekor. sehingga harga kambing jenis kepleh yang jantan Rp 1,6 juta-Rp 4 juta. Sedangkan harga lembu Rp 12-27 juta per ekor.
Hamzah salah satu penjual ternak sekligus peternak di Kalianda mengatakan, harga lembu dibedakan dalam tiga kategori, yaitu ukuran kecil bobot 75 kilogram Rp 13 juta per ekor, ukuran sedang 110 kilogram Rp 17 juta per ekor, dan ukuran besar 210 kilogram Rp 27 juta per ekor. Adapun harga kambing untuk bobot 12 kilogram Rp 1,7 juta per ekor, ukuran sedang 16 kilogram Rp 2,5 juta per ekor, dan ukuran besar 20 kilogram Rp 3 juta per ekor.
“Harganya lebih mahal tahun ini karena permintaan pasar meningkat. Tahun lalu yang ukuran kecil masih bisa dijual Rp 10 juta per ekor, sekarang kita jual dengan harga Rp 12 juta hingga Rp 13 juta per ekor,” ungkap Hamzah.
Sementara itu untuk harga lembu per ekor mulai Rp.12 juta dengan bobot 60 kilogram, dan Rp.22 juta yang berbobot 140-150 kilogram. Sedangkan harga kambing mulai Rp 1,6 juta per ekor yang berbobot 8-9 kilogram, dan Rp.4 juta per ekor berbobot 35 kilogram.
“Apabila ada yang butuh hewan kurban sudah dapat mencarinya dari sekarang, karena harganya kemungkinan setiap minggunya dapat berubah,” kata Hamzah.
Menurutnya, permintaan lembu dan kambing sudah mulai banyak sejak setengah bulan terakhir dan akan terus meningkat mendekati Idul Adha. Kebutuhan akan kurban meski sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya namun bagi Hamzah diharapkan akan memberi keuntungan dirinya sebagai pelaku bisnis hewan ternak.
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...