Peningkatan Kualitas Produk Dan Pengembangan SDM, Kunci Menghadapi MEA

Agus Nurchaliq Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur 

CATATAN JURNALIS—Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pertama kali dicetuskan tahun 2003 pada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2020. Pembentukan MEA sendiri bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN dan memperkuat perekonomian antar negara ASEAN serta menciptakan kawasan pasar bebas ASEAN.

Namun dalam perkembangannya pada pertemuan selanjutnya tahun 2007, negara-negara ASEAN sepakat untuk segera merealisasikan pembentukan MEA pada tahun 2015 dengan kesepakatan ada lima hal yang tidak boleh dibatasi peredarannya di seluruh negara anggota ASEAN yaitu; arus barang, arus jasa, arus modal, arus investasi dan arus tenaga kerja terlatih.

Dengan adanya kesepakatan tersebut dapat diartikan bahwa produk dan tenaga kerja dari negara anggota ASEAN bisa leluasa masuk ke Indonesia. Oleh karena itu para pelaku usaha terutama industri kecil di Indonesia tidak terkecuali di Malang harus segera bersiap untuk bisa bersaing dengan produk maupun tenaga kerja terlatih (SDM) dari negara ASEAN lainnya. Karena jika tidak masyarakat Malang hanya akan menjadi Penonton di Negara dan didaerahnya sendiri.

Bagi para pelaku industri kecil di Malang yang ingin terus eksis, MEA merupakan sebuah tantangan dan sekaligus kesempatan emas. Disebut tantangan karena akan banyak produk dan tenaga kerja asing yang akan masuk di Malang sehingga para pelaku industri kecil di Malang harus terus berinovasi untuk menghasilkan produk unggulan dan meningkatkan kemampuan SDM mereka agar bisa bersaing dengan produk dan tenaga kerja asing di pasar dalam negeri. Disebut sebagai kesempatan emas karena dengan adanya MEA maka produk-produk Industri kecil di Malang mempunyai kesempatan untuk menembus pasar luar Negeri khususnya di pasar negara-negara ASEAN. Selain itu para tenaga kerja terampil memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negeri terutama di negara-negara anggota ASEAN.

Dalam rangka untuk mempersiapkan Industri kecil agar dapat bersaing dalam MEA, Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang akan memberikan bantuan permodalan bagi pelaku industri kecil di Malang agar dapat meningkatkan kwalitas dan kwantitas produk unggulannya. Selain bantuan permodalan, Pemerintah juga melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan dan bimbingan teknis, kewirausahaan hingga penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Para pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) menyepakati pentingnya meningkatkan kualitas produk agar dapat bertahan dan bersaing pada saat diterapkannya MEA nanti. Selain masalah produk, para pelaku UKM juga mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitasnya dengan salah satu cara yaitu mengikuti pelatihan bahasa asing. Hal ini perlu dilakukan guna mempersiapkan diri menghadapi masyarakat dunia. Kemampuan dalam bahasa asing akan sangat membantu bagi pelaku UKM untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pelaku usaha dari mancanegara.

Inovasi dan peningkatan kualitas produk serta pengembangan SDM adalah tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan para pelaku industri kecil di Malang. MEA bukanlah sebuah ancaman tetapi tantangan sekaligus peluang baru bagi seluruh pelaku industri kecil dalam turut serta mensukseskan MEA di Indonesia pada umumnya dan kota Malang khususnya.

Jadikan MEA sebagai ajang pembuktian bahwa produk Indonesia memiliki kualitas kelas dunia dan layak dijadikan pilihan bagi masyarakat internasional.

RABU, 9 SEPTEMBER 2015
Penulis : Agus Nurchaliq
Editor : Sari Puspita Ayu

Lihat juga...