Penuhi Kebutuhan, Sebagian Warga Balikpapan Terpaksa Membeli Air

Pembelian air tandon
BALIKPAPAN — Memenuhi kebutuhan air yang sulit di musim kemarau, sebagian warga membelinya dari penyalur air bersih. Terutama yang belum menjadi pelanggan PDAM.
“Musim kemarau begini, kami beli air satu tandon seminggu sekali,” kata Fitri warga Batu Ampar yang belum menjadi pelanggan PDAM Balikpapan, Rabu (30/09/2015).
Disebutkan, sebelum kesulitan, dia biasanya menggunakan air sumur. Namun karena kekeringan yang melanda dalam beberapa bulan terakhir, dirinya mengaku terpaksa mengeluarkan 70-80 ribu rupiah setiap minggunya.
 “Harganya satu tandon air bervariasi dari 60 – 80 ribu rupiah dan itu bisa bertahan satu minggu untuk mandi, mencuci dan lain lain,” kata Fitri.
Fitri berharap hujan segera turun agar musim kering dapat berakhir dan kabut asap yang kini semakin terasa di Balikpapan juga hilang.
Sementara itu, penjual air yang menggunakan tandon, Musa mengatakan, dalam sehari dirinya menerima pesanan dari 5 hingga 8 orang. Sehingga ia harus mengantar satu air tandon ukuran 1.200 liter sesuai dengan pesanan.
“Saya jual air pertandonnya Rp.80 ribu dan ini harga yang sesuai, karena tenaga dan harga beli air ke sumur sekitar Rp30 ribu. Belum lagi tenaga dan bensinnya,” ujarnya.
Ia menuturkan menjual air tandon ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan memperkirakan awal Oktober hujan mulai membasahi kota minyak walaupun intensitasnya masih rendah.
Kepala BMKG, Imam Mashudi mengatakan, dasar perkiraan tersebut setelah hasil pantauan satelit melaporkan kumpulan awan sudah mulai tampak di langit Kota Balikpapan, hal ini memberikan harapan positif terhadap kemungkinan hujan akan turun.
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...