Perawatan Unit, PLN Sumbar Laksanakan Pemadaman Bergilir

PADANG — Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diminta bersabar karena untuk wilayah Sumbar sudah dan akan terus mengalami pemadaman bergilir hingga akhir September 2015.
Saat dikonfirmasi pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sumbar, melalui Kepala Divisi Humas PLN Wilayah Sumbar, Ridwan menjelaskan, pemadaman bergilir yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara hingga akhir September 2015.
Ridwan beralasan, pemadaman bergilir ini dikarenakan adanya perawatan pada setiap pembangkit yang ada. Ia juga meminta Masyarakat bersabar, sebab perawatan tersebut dilakukan secara berkala pada setiap pembangkit, tidak bisa sekaligus.
“Hal ini harus kami lakukan, jika tidak, berakibat lebih parah pada pembangkit. Pemadaman kami gilir per enam hari dari satu titik ke titik lainnya,” jelas Ridwan setelah Listrik di Kota Padang hidup kembali, Kamis (17/09/2015) tengah malam.
Untuk hari ini, Ridwan beralasan satu unit dari dua unit pembangkit yang ada di PLTU Teluk Sirih tengah dalam perawatan sehingga Kota Padang akan padam bergilir hingga enam hari ke depan. Pemadam bukan hanya di Kota Padang, sebab pembangkit di PLTA Maninjau juga tengah mengalami perawatan sebanyak  satu unit, dari empat unit pembangkit yang ada. Wilayah Agam juga harus bersabar, sebab di PLTA Batang Agam, satu  dari tiga unit pembangkit baru akan memasuki tahap perawatan.
Saat disinggung tentang pembangkit cadangan, Ridwan berdalih bahwa pembangkit tersebut tidak sanggup dan belum siap untuk dioperasikan. Ia menjelaskan, untuk sub-sistem Sumbagteng (Sumatera Bagian Tengah) terdapat beberapa pembangkit yang tidak siap seperti PLTMG Balai Pungut Riau. PLTG Teluk Lembu Riau, PLTGU Riau Power, PLTMG CNG Sei. Gelam Jambi, PLTG Batang Hari Jambi.
Ridwan menegaskan, pemadaman bergilir ini bukan akibat dari musim kemarau yang melanda. Tapi murni hanya perawatan rutin.
“Memang musim kemarau kali ini cukup panjang, namun sampai hari ini belum berdampak pada debet air beberapa PLTA. Debet air masih normal. Pemadaman unit pembangkit PLTA untuk antisipasi saja,” katanya.
Dari data yang dikumpulkan Cendana News, wilayah Sumbar memiliki daya bangkit listrik dengan total 440 Megawatt (MW). Sedangkat daya listrik yang terpasang adalah 470 MW. Karena kondisi tersebut, Ridwan mengimbau masyarakat untuk berhemat.
Pemadaman bergilir ini sangat mengganggu masyarakat, terlebih para pelaku industri. Baik itu industri besar hingga rumah tangga.
“Kami tidak bisa bekerja, sedangkan proses menjahit membutuhkan listrik. Kalau untuk membeli genset, kami tak mampu membiayai bensinnya,” ujar Adel, salah satu penjahit baju borongan di Kota Padang.
JUMAT, 18 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...