Perbaikan Jalan di KM 2 Jalinsum Sebabkan Kemacetan Parah

LAMPUNG — Perbaikan jalan di ruas Jalan Lintas Sumatera ruas kilometer 2 Bakauheni Lampung akibatkan kemacetan parah. Perbaikan yang dilakukan dengan membongkar bagian aspal lama menggunakan alat berat dan menggantinya dengan jalan rigid (pengecoran) berimbas pada penyempitan jalan didekat Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Selain berimbas pada penyempitan jalan kemacetan pun terjadi sejauh dua kilometer lebih dan bertambah panjang saat arus bongkar kapal roll on roll off (Roro) berlangsung dan bertemu dengan arus kendaraan dari jalur lintas Timur Lampung.
Macetnya Jalinsum tersebut pun ikut merepotkan petugas kepolisian dari Polres Lampung Selatan akibat kendaraan dari dua arah yang stagnan di titik perbaikan jalan.
Kastlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto mengungkapkan, belum bisa memastikan kapan akan selesai perbaikan jalan yang merupakan jalan nasional tersebut. Ia mengungkapkan sudah berkoordinasi dinas terkait terkait dampak perbaikan jalan tersebut sebab dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar dan pengguna jalan lintas provinsi.
Posisi jalan yang merupakan jalan utama tersebut selalu dijadikan pilihan meskipun jalur Jalan Lintas Timur juga masih bisa digunakan namun pengguna jalan lebih memilih rela macet menunggu antrian.
“Banyak kendaraan yang saling salip dan memotong jalur sehingga semakin memperparah kemacetan selama perbaikan jalan ini” ungkap Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto kepada Cendana News, Selasa(08/09/2015).
Rumah makan pun mengalami dampak
Selain mengakibatkan kemacetan parah dan berdampak bagi pengguna jalan perbaikan jalan di ruas Jalinsum juga berdampak pada usaha rumah makan yang berada di sepanjang jalan tersebut. Dampak tersebut diakui salah satu pemilik Rumah Makan Indah Raso bernama Ujang yang mengaku kendaraan yang biasanya masuk ke rumah makan miliknya agak terganggu akibat antrian panjang dan jalan yang sedang dicor.
“Selama pengecoran berlangsung kendaraan bus dan truk yang akan masuk terhalang jalan cor sehingga justru tidak bisa masuk,”ungkap Andi.
Kondisi tersebut dipastikan akan terjadi dalam satu bulan ke depan menunggu proses pengeringan pengecoran sehingga kendaraan kendaraan yang akan masuk ke rumah makan akan mengalami kesulitan. Pengurus jasa kendaraan terutama bus dan truk mengakalinya dengan membeli menggunakan sistem pemesanan.
“Sopir truk maupun bus yang biasanya mampir terpaksa memesan makanan dengan cara dibungkus lalu dikirim ke lokasi yang sudah disepakati“ungkap Andi.
Ia berharap proses perbaikan jalan tersebut tidak berlangsung lama sebab kendaraan kendaraan yang berhenti merupakan sumber pemasukan bagi rumah makan dari penumpang yang membeli makanan,membeli oleh oleh yang dijual di rumah makan tersebut.


SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...