Perkembangan Harga di Lima Pasar Tradisional di Semarang

SEMARANG — Di wilayah Semarang, Provinsi Jawa Tengah, terdapat sekitar lima pasar tradisional utama yang menjadi pokok tolak ukur naik turunnya harga berbagai macam kebutuhan pokok masyarakat, antara lain Pasar Karangayu, Pasar Johar, Pasar Gayamsari, Pasar Peterongan dan Pasar Bulu.
Sedangkan macam kebutuhan pokok masyarakat adalah sebagai berikut, beras jenis IR 64 premium dan IR 64 medium, gula pasir jenis kristal putih medium, minyak goreng curah tanpa merek dan merek Bimoli ( botol ), daging sapi, ayam ras dan ayam kampung, telur ayam kampung dan ayam negeri. Susu bubuk Indomilk cokelat, bubuk Dancow, kental bendera cokelat dan kental Indomilk plain putih.
Kemudian jagung pipilan kering, tepung terigu Bogasari protein tinggi, sedang dan rendah, kacang kedelai kuning lokal dan ex impor, cabai merah besar biasa teropong, merah biasa keriting, rawit merah dan rawit hijau. Bawang merah, bawang putih, ikan laut kembung, ikan laut asin teri. Selanjutnya garam beryodium bata dan halus, mie instant, kacang tanah, kacang hijau dan ketela pohon.
Ketika ditemui Cendana News, Muktiyo Rini S.Sos, MM, sebagai Kepala Seksi Bina Pasar Dinas Bidang Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan, dalam satu bulan terakhir ( Agustus ) ada kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok pada Minggu pertama dan kedua, cabai dan beras premium / medium naik, pada Minggu ketiga cabai turun, beras naik sekitar 1 persen, pada Minggu terakhir beras naik 0,30 persen dan cabai turun.
Muktiyo Rini menambahkan, sementara itu kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok masih dalam batas toleransi, operasi pasar akan dilakukan jika harga kebutuhan pokok naik melebihi 20 persen dari harga normal.
“Biasanya salah satu sebabnya kekurangan atau kehabisan stok, bisa diatasi dengan mengambil stok dari daerah lain dan bekerja sama dengan Bulog,”sebutnya.
Hingga Jum’at ( 4 / 9) perkembangan harga rata – rata ” tertinggi ” kebutuhan pokok masyarakat pada lima di wilayah Semarang sebagai berikut : beras premium Rp. 10.500 / kg dan beras medium Rp. 9500 / kg, gula pasir kristal putih medium Rp. 11.000 / kg, minyak goreng curah tanpa merek Rp. 9000 / liter dan minyak goreng Bimoli botol Rp. 14.000 / liter, daging sapi Rp. 100.000 / kg, daging ayam ras Rp. 32.000 / kg, daging ayam kampung Rp. 40.000 / kg, telur ayam negeri Rp. 21.000 / kg dan telur ayam kampung Rp. 40.000 / kg.
Sedangkan susu bubuk Indomilk cokelat Rp. 36.500 / 400 gr, susu bubuk Dancow fullcream putih Rp. 39.000 / 400 gr, susu kental Bendera cokelat 385 gr / kaleng Rp. 9500 dan susu kental Indomilk plain putih Rp. 385 gr / kaleng Rp. 9000 / kaleng, tepung terigu Bogasari protein sedang Rp. 8000 / kg, kacang kedelai kuning lokal Rp. 8500 / kg, kacang kedelai ex impor Rp. 7500 / kg, cabai besar biasa teropong Rp. 25.000 / kg, cabai besar keriting Rp. 33.000 / kg, cabai rawit merah Rp. 65.000 / kg dan cabai rawit hijau 35.000 / kg.
Sementara itu bawang merah Rp. 15.000 / kg, bawang putih Rp. 24.000 / kg, ikan laut / asin teri Rp. 35.000 / kg, garam beryodium bata Rp. 2500 / kg, garam beryodium halus Rp. 5000 / kg, mie instant Indomie kuah kari ayam Rp. 1.900 / biji, kacang tanah Rp 25.000 / kg, kacang hijau Rp. 20.000 / kg dan ketela pohon Rp. 2.500 / kg.
JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...