Pertamina Luncurkan Pertalite di Pulau Lombok NTB

MATARAM — Untuk menambah varian baru Bahan Bakar Minyak, bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor roda dua maupun empat, Pertamina luncurkan produk Baru Pertalite di Enam SPBU Kabupaten Kota Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya lebih dulu di luncurkan di beberapa Kota Besar, antara lain Jakarta, Surabaya dan Bandung.
“Pertalite merupakan varian baru bahan bakar minyak kendaraan bermotor seperti premium dan pertamax dan baru diluncurkan pertama kali tanggal 24 juni lalu di tiga Kota besar tersebut dan sekarang telah melakukan ekspansi ke daerah – daerah yang ada di seluruh Indonesia,” kata Direktur Marketing dan distribusi Pertamina, Iskandar saat melauncing Pertalite di SPBU Pagesangan, Kota Mataram, Jumat (18/9/2015).

Dikatakan, respon masyarakat yang begitu positif atas kehadiran Pertalite pada peluncuran di beberapa Kota Besar di Indonesia juga menjadi salah satu faktor mengapa pemasaran terus dilebarkan dan dipercepat sebarannya sampai ke daerah, termasuk di Pulau Lombok, supaya masyarakat bisa mencoba Pertalite dan membandingkan dengan dua bahan bakar yang ada.

Iskandar menyebutkan, respon dan antusiasme masyarakat atas kehadiran Pertalite bisa diliat dari penjualan dilakukan semenjak pertama kali dilauncing sampai dua bulan berjalan. Dalam sehari di satu SPBU, penjualannya sekarang mencapai 2.500 kilo liter, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertamax yang dalam sehari penjualan hanya mencapai 830 KL.
Ketua Mor V Pertamina, Ageng Giriono mengatakan, peluncuran varian baru bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor oleh pertamina telah melalui proses penelitian panjang, yaitu tahun 2013.
“Dengan hadirnya pertalite di tengah masyarakat, terutama di Pulau Lombok diharapkan bisa menjadi salah satu bahan bakar alternatif selain premium dan pertamax, karena Pertalite termasuk bahan bakar selain murah juga ramah lingkungan dan mampu memberikan rasa nyaman bagi pengendara,” katanya.
Untuk Outlet pemasaran Pertalite di seluruh wilayah Indonesia sendiri, kata Ageng, dari 5.100 SPBU baru sekita 912 outlet yang telah dijangkau pertamina untuk pemasaran Pertalite, yang pemasarannya telah mampu menggeser premium 12 persen.
“Dari sisi harga, Pertalite dengan tageline, melaju lebih jauh juga tergolong lebih murah yakni 8.500 dibandingkan Pertamax mencapai 10.100, sementara dengan premium lebih mahal sedikit yaiti 7.000 dan kami berkomitmen akan tetap menjaga harganya di level daya beli masyarakat kita,”katanya.
JUMAT, 18 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...