Petani Manfaatkan Embung untuk Pelihara Ikan dan Pengairan

Ikan yang dibudidayakan dalam embung
LAMPUNG — Musim kemarau panjang yang masih melanda wilayah Lampung mengakibatkan lahan pertanian kering dan tak ditanami. Namun berkat adanya embung air yang disiapkan selama musim hujan, petani di Desa Kaliwungu Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung masih bisa bercocok tanam. Keberadaan embung yang masih dipertahankan oleh petani digunakan untuk memelihara ikan dan pengairan tanaman palawija.
Salah seorang petani yang masih memanfaatkan embung untuk pengairan diantaranya Teguh Singgih (33), ia mengaku sudah memanfaatkan embung sebagai kolam sekaligus untuk menyirami tanaman sejak beberapa tahun lalu. 
“Kebetulan embung berada di lahan saya tepat di tengah tengah sehingga saya gunakan untuk mengairi tanaman sayuran saat musim kemarau,”ungkapnya kepada Cendana News, Minggu (20/09/2015).
Sebagai salah satu petani yang pernah mendapat pelatihan di wilayah Jawa Barat, Teguh mengaku keberadaan embung sangat terasa sekali manfaatnya terutama di musim kemarau. Ia mengaku masih bisa menanam tomat, cabai, jahe dan memelihara ikan gurami dari embung yang sengaja dipertahankannya. Ia bahkan masih menyiapkan sumur bor yang dibuat di lahan pertanian miliknya untuk mengantisipasi kebutuhan pengairan bagi tanaman pertanian miliknya.
Air yang diperoleh dari embung sebagian besar dipergunakan untuk menyiram tanaman sayur miliknya saat pagi dan sore hari. Sementara sumur bor digunakan untuk kebutuhan air bersih. Pada lahan miliknya ia mengaku memiliki dua buah embung kecil yang sengaja dipertahankan, sementara di beberapa wilayah lain embung sudah ditimbun untuk pembuatan bangunan dan keperluan lain.
Selain memiliki embung, ia pun menanam beberapa tanaman pelindung di lahan pertanian miliknya yang dipergunakan sebagai tanaman pakan untuk ternak kambing miliknya. Berbekal pengalaman dan pelatihan sebagai salah satu anggota kelompok tani (poktan) Teguh mengaku banyak terapan yang bisa dimanfaatkan petani untuk memanfaatkan lahan seminimal mungkin namun bisa memiliki produktifitas tinggi.
“Meski lahan yang saya miliki sedikit namun dengan pola penanaman semi modern menggunakan polibag dan pemanfaatan embung maka tanaman saya lebih subur dibanding milik petani lain,”terangnya.
Ia mengaku selain menjadi petani ia pun dilatih melalukan kegiatan peternakan dengan memelihara kambing dan memelihara ikan. Berkat ketelatenan dan keuletannya ia bahkan masih bisa memelihara ikan gurami yang dipelihara di embung dengan pasokan air dari embung dan sumur bor miliknya.
“Berbekal pelatihan saya lahan minim yang saya miliki saya olah dan manfaatkan sebaik baiknya setidaknya musim kemarau ini saya masih bisa bercocok tanam,”ungkapnya.
Pantauan Cendana News, embung tersebut selain ditebari ikan gurame, ikan nila, ikan patin juga menjadi lokasi pemeliharaan kangkung. Sementara di pinggir embung ditanami tanaman lain seperti cabe menggunakan mulsa, serta jahe yang ditanam menggunakan media polibag. Meski kemarau ratusan tanaman cabe dan jahe masih terlihat subur dan hijau.
Selain menjadi sumber air bagi tanaman yang dipelihara olehnya, sebagian besar rumput yang tumbuh di sekitar lahan miliknya dipergunakan untuk pakan ternak. Teguh mengutarakan selama ini sudah memperoleh pelatihan terkait cara menyimpan pakan ternak untuk kebutuhan musim kemarau sehingga ia melakukan proses fermentasi untuk pakan ternaknya agar lebih tahan lama dan bisa dipergunakan untuk  masa masa sulit mencari pakan terutama di musim kemarau.

Embung

MINGGU, 20 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...