PMII Deklarasikan Gerakan Kampus Bersalawat di UINSA

SURABAYA — Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya mendeklarasikan Gerakan Kampus Bersalawat (GKB) di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Surabaya. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
“MUI Jatim mendukung dan bersyukur deklarasi Gerakan Kampus Bersalawat, ini membuktikan mahasiswa peka terhadap problem sosial yang semakin menggejala, apalagi budaya dan seni mulai ditinggalkan. PMII bisa menjadi penjaga dan pelestari kesenian Islam,” kata Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori.
Derasnya arus globalisasi, menurutnya membawa konsekuensi logis dengan mudah penyebaran budaya-budaya negatif seperti konsumerisme dan hedonisme. Kondisi dewasa ini, generasi muda perlu diingatkan agar kembali untuk menghayati nilai-nilai keislaman melalui budaya bersalawat. Selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
KH Abdusshomad berpesan pada pengurus PMII agar senantiasa konsisten berjuang mengawal nilai moral keagamaan, cinta pada tanah air, memiliki akhlak yang luhur, patuh pada orang tua dan selalu menjaga silaturahmi dengan para ulama.
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Surabaya, Ali Syaifuddin mengungkapkan GKB sengaja dideklarasikan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan nalar logis intelektual, namun kecerdasan spiritual dan emosional juga menjadi porsi penting. Keseimbangan ketiganya akan menghantarkan mahasiswa menjadi insan ulul albab dan pribadi yang visioner. 
Melalui gerakan dakwah di kampus, Ali berharap mahasiswa semakin sadar tentang hubungan antara aktivitas keilmuan dan keagamaan. Kedua komponen tersebut saling menguatkan dan melengkapi, tanpa harus meniadakan satu diantaranya.
“Surabaya sebagai tempat lahirnya PMII dan sejumlah tokoh bangsa siap menjadi role model bagi kampus lainnya di Indonesia,” imbuhnya.
Tantangan mahasiswa saat ini, kata Ali, kian berat. Persoalan kemiskinan, ketidakadilan, dan keterbelakangan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya tugas pemerintah, mahasiswa dengan segala kelebihannya juga harus mampu melakukan banyak hal yang kiranya dapat memberi manfaat pada masyarakat. Kontribusi itu bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Deklarasi GKB ditandai dengan tabuhan rebana dan pembacaan salawat oleh Ketua MUI Jatim, diikuti oleh peserta. Suasana terasa khidmat kala ratusan hadirin menggemakan shalawat secara bersama-sama. 

MINGGU, 13 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...