PMII Malang Kutuk Tragedi Kemanusian yang Menimpa Salim Kancil

PMII Gelar shalat ghaib untuk Salim Kancil

MALANG — Terjadinya tragedi kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Lumajang yang mengakibatkan terbunuhnya salah seorang petani yang menolak adanya penambangan, Salim Kancil terus menuai kecaman dari berbagai organisasi masyarakat. 
Bertempat di depan kantor Balai Kota, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Malang menggelar aksi damai mengutuk keras kasus tindak penganiayaan dan pembunuhan.
Sebelum melakukan aksinya, masa aksi PMII ini melakukan longmarch menuju Balai Kota Malang. Selama longmarch, mereka melakukan orasi dan juga membagikan selebaran mengenai aksi mereka kepada masyarakat dan juga pengendara bermotor.
Dalam orasinya, para massa aksi mengajak masyarakat untuk sama-sama mengutuk tragedi kemanusiaan tersebut yang tentunya juga pelanggaran terhadap UU no 39 Tahun 1999 mengenai HAM.
koordinator aksi, Muhammad Suri menjelaskan, aksi damai dari PMII ini merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap kasus pembunuhan Salim Kancil. Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan pada aksi kali ini, diantaranya Stop pelanggaran HAM, tuntaskan kasus ini sampai keakar-akarnya dan seadil-adilnya.
“Serta bongkar dan adili aktor intelektual yang berada di balik tragedi ini,”jelasnya di Malang, Selasa (29/09/2015).
Suri juga menyampaikan, setelah melakukan aksi ini, pihaknya juga akan mengirimkan perwakilan tim advokasi dari PMII untuk bergabung bersama teman-teman yang sudah berada di Lumajang. Dirinya juga berharap agar kasus ini tidak akan pernah lagi terjadi di Malang maupun daerah-daerah lain di Indonesia.
Berbagai tulisan yang berisi tuntutan agar kasus ini bisa segera terungkap dan juga keranda mayat di bawa oleh masa aksi.
Selain menyampaikan orasi, masa aksi juga melakukan aksi teatrikal menirukan adegan pembunuhan sadis terhadap Salim Kancil. Mereka juga menuntut perwakilan dari Walikota Malang dan DPRD Kota Malang untuk keluar dan ikut bergabung dengan aksi mereka.
Sebelum membubarkan diri dengan tertib, masa aksi juga menggelar shalat goib dan doa bersama untuk Almarhum Salim Kancil.
Aksi demo PMII

SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...