Polda Papua Dapatkan Foto Terbaru Dua WNI yang Diculik

Kapolda Papua tunjukkan foto 2 WNI yang disandera

JAYAPURA — Kepolisian Daerah (Polda) Papua telah mendapatkan foto terbaru kondisi 2 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di wilayah Papua New Guinea (PNG). Hal tersebut diungkapkan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Kamis (17/09/2015).
“Kami baru dapat komunikasi dengan Komjen RI di Vanimo, Elmar Lubis sampai dengan hari ini, dia menjelaskan ketua tim pencarian dari PNG, Yan Jingga dan John Balavi Dirjen Border Kementerian Luar Negeri PNG, sudah mencoba masuki area disekitar Bewani yang kemudian lokasinya ternyata mereka sudah bergeser lagi,” kata Waterpauw.
Disebutkan, hasil yang telah didapatkan, dua WNI ini dalam upaya penekanan dari kelompok bersenjata yang ada di wilayah PNG. Foto dua sandera tersebut telah diterima pihaknya. 
“Saat ini tim pencari kembali lagi, dan bersama-sama masyarakat untuk melokalisir pencarian, dan terus mencari keberadaan kelompok ini, yang sudah berpindah tempat,” ujarnya sambil menunjukkan foto dua WNI kepada insan pers.
Dengan adanya foto 2 WNI tersebut, pihaknya telah menyiapkan laporan tentang penculikan. Dikatakan mantan Kapolda Papua Barat ini, tanggal 11 September kemarin pihak keluarga telah melaporkan adanya kehilangan 2 anggota keluarganya.
“Kami antisipasi dengan membuat laporan penculikan, sebagaimana menurut pasal 328 KUHP, barang siapa yang membawa pergi seseorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya dengan maksud menempatkan orang tersebut, secara melawan hukum, ini unsur ya, dengan dibawah kekerasan atau kekuasaan orang lain, atau tempatkan dia dalam keadaan sengsara, diancam hukuman pidana 12 tahun penjara,” ujarnya.
Bagi para pelaku, lanjutnya, diserahkan sepenuhnya kepada pihak PNG yang terus melakukan upaya untuk mengungkap para pelaku penyanderaan. Karena lokasi kejadian berada diwilayah Indonesia, pihaknya membuat laporan polisi Model A.
“Berdasarkan hasil perkembangan penyidikan yang sudah dibuat, laporan awal kehilangan, maka sudah patut diduga disini upaya penculikan. Kami tidak bicara tentang penyanderaan, tetapi penculikan,” kata Jenderal Bintang Dua ini.
Sementara itu, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yan Permenas Mandenas mengatakan pihaknya meminta Gubernur provinsi Papua, memanggil Pangdam, Kapolda, Danlantamal X serta Danlanud untuk melakukan rapat kordinasi terbatas, agar melakukan langkah cepat untuk membebaskan 2 WNI yang lebih dari seminggu.
“Saya minta semua pihak tidak menjadikan Papua ini daerah objek konflik untuk isu Nasional. Harapan saya mudah-mudahan, beberapa insiden yang terjadi di Papua ini, harus diminimalisir, sehingga Pemprov serta TNI Polri harus lakukan rapat untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua,” kata Mandenas.
Sebelumnya, Pasca penyanderaan 2 Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Sudirman dan Badar disandera kelompok bersenjata di wilayah PNG. Pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi kepada kelompok tersebut, melalui Konsulat Jenderal RI di Vanimo, PNG. Hingga kini, aparat TNI Polri terus melakukan penjagaan ketat diperbatasan Skouw, RI-PNG.
Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Papua, Suzana Wanggai mengaku pihaknya hingga kini masih dalam status menunggu perkembangan dari pemerintah PNG, terkait hasil negosiasi kepada kelompok bersenjata.
“Posisi kami sekarang menunggu, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah PNG dalam upaya negosiasinya. Dan sampai sat ini kita semua masih menunggu, berdoa saja semua dapat berkalan dengan baik,” kata Suzana sapaan akrabnya, di perbatasan RI-PNG, Skouw, Kota Jayapura, Rabu (16/09/2015).
KAMIS, 17 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...