PPIH Embarkasi Surabaya Himbau JCH Tidak Bawa Pulang Air Zam-zam

Keberangkatan Jamaah Calon Haji dari Maluku [ilustrasi]
SURABAYA — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menghimbau Jemaah Calon Haji (JCH) untuk tidak membawa air zam-zam sebagai oleh-oleh. Pasalnya peraturan ini dibuat untuk mempermudah proses pemulangan. Selain itu, pelarangan tersebut juga merupakan oleh pemerintahan Arab Saudi dan ada pemeriksaan ketat oleh petugas bandara Saudi Airlines.
Sekretaris II PPIH Embarkasi Surabaya, Sugianto mengatakan, hendaknya para JCH tidak membawa air zam-zam karena masing-masing akan mendapat 5 liter.
“Sudah pasti setiap jemaah dapat jatah, Jadi hendaknya tidak usah membawa lagi dari Arab sana. Karena ketika tiba di bandara tidak diperbolehkan untuk membawa benda cair. Dan zamzamnya sudah tersedia di sini,” kata Sugianto ketika ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, Selasa (08/09/2015).
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin terulang kejadian tahun lalu. Ada seorang jemaah yang diam-diam membawa air zamzam dalam jumlah banyak. Dan akhirnya, diketahui oleh petugas bandara.
“Dulu pernah terjadi penerbangan tertunda selama dua jam akibat hal itu. Maka dari itu kami tidak ingin kejadian tersebut terulang di tahun ini,” ujarnya.
Jumlah air zamzam yang tersedia saat ini sebanyak jamaah haji embarkasi Surabaya, yakni 28.676 orang, termasuk jamaah dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Pembagian air zamzam akan dilakukan oleh tim dari Saudi Airlines. Sedangkan PPIH bertugas menyediakan tempat untuk menampung air sementara. Sekaligus sebagai pemantau apabila ada jamaah yang tidak kebagian air zamzam.
“Setelah menerima, nanti ada bagian di paspor jamaah yang diberi stempel sebagai penanda,” tuturnya.
Untuk diketahui, bagi para jamaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji tetap mendapatkan air Zamzam.
“Itu merupakan tugas dari Ketua regunya untuk mengambilkan jatah air tersebut. Setelah itu, menyerahkan kepada keluarganya, termasuk berkas-berkas kematiannya. Zam-zam yang ada disini hanya untuk jamaah yang sudah terbang ke tanah suci dan meninggal. Bukan bagi jemaah yang meninggal di daerah atau di asrama haji,” tandasnya.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Samad Vanath S
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...