Proses Pelebaran Jalan By Pass Padang Ganggu Arus Transportasi

PADANG — Pelebaran jalan By Pass Kota Padang membuat arus transportasi dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hingga pelabuhan Teluk Bayur terganggu. Aktifitas pengerjaan tersebut, kerap memakan badan jalan.
Beberapa pengguna jalan mengeluhkan aktifitas yang sejatinya bisa dilakukan pada malam hari tersebut. Belum lagi tumpukan material yang mengganggu dan membuat jalanan menjadi sempit.
“Seharusnya bongkar muat material itukan bisa dilakukan malam hari, kalau siang dan sore begini jalan kami jadi terganggu,” ujar Eri salah satu pengguna jalan yang berkantor di Lubuk Begalung, Rabu (2/9/2015) siang.
Dari pantauan Cendana News dilapangan, material yang bertumpuk membuat badan jalan sempit. Apalagi ruas jalan By Pass tersebut digunakan oleh truk dan mobil-mobil besar.
Beberapa pengendara tidak punya pilihan rute jalan yang lain, disebabkan beberapa kantor dan pabrik terletak di kawasan sepanjang jalan By  Pass dari BIM hingga Teluk Bayur, sehingga mereka tidak bisa melalui ruas jalan lain.
“Sebenarnya ada ruas jalan lain yang tidak macet, namun saya tidak punya pilihan. Saya tinggal di Pisang, sementara pabrik ada di daerah Balai Baru, jika melewati jalur alternatif makin jauh. Terpaksa harus lewat jalan ini,” terang Nursyiwan pengguna jalan lainnya.
Kemacetan yang terjadi cenderung berkala, meski tidak sampai dalam hitungan jam. Namun kemacetan mencapai belasan kilometer dengan kepadatan jalan padat merayap. Sehingga jarak tempuh yang biasanya hanya 15 menit, menjadi 1 jam hingga lebih.
Saat dikonfirmasi kepada kontraktor dan mandor di lapangan,  tidak ada satupun yang berkomentar. Pengerjaan pelebaran jalan ini sudah molor lebih kurang enam bulan. Dari data yang diterima, masih ada belasan ruas dan lahan yang masih belum dibebaskan oleh pemerintah Kota Padang.

RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...