PT ASDP Bakauheni Segera Perbaiki Tiga Fender Rusak di Dermaga V

Beberapa fender rusak di dermaga V pelabuhan bakauheni
LAMPUNG — Kerusakan pada tiga buah fender (bumper yang digunakan untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kapal akan merapat ke dermaga) di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung yang sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu akhirnya diperbaiki. Fender yang  rusak tersebut bahkan dua diantaranya karam di laut dan akan segera diangkat oleh para pekerja dengan cara ditarik. Akibat rusaknya fasilitas fender tersebut aktifitas bongkar muat di dermaga V mengalami hambatan. Hambatan terjadi akibat nahkoda harus lebih berhati hati untuk aktifitas olah gerak kapal terutama saat akan sandar.
Menurut Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni Tommy L Kaunang, fender yang rusak dua diantaranya masih menempel pada dolphin namun harus diperkuat dengan tali sling. Namun dua diantara fender tercebur ke laut akibat terlepas. Hilangnya tiga fender tersebut dikuatirkan bisa membahayakan kapal kapal yang akan sandar terutama di bagian bahu kapal akibat terbentur langsung dengan beton dolphin untuk bersandar.
Tommy L Kaunang menyebutkan, tersebut menjadi sangat vital untuk keamanan kapal Roll on Roll Off (Roro) yang akan berlabuh di dermaga.
“Perbaikan memang sedang dikerjakan meski sudah sekitar beberapa bulan rusak karena kita harus memesan beberapa perlatan yang didatangkan dari Cilegon berupa besi dan peralatan lainnya,”ungkap Tommy L Kaunang saat dikonfirmasi Cendana News di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu (26/9/2015).
Perbaikan fender atau japra permanen yang ada di dermaga V tersebut ungkap Tommy akan dikerjakan dalam sepekan, berupa penggantian fender baru serta mengangkat fender yang terjatuh dari posisi semula. Selain perbaikan fender bagian tekhnik PT ASDP Cabang Bakauheni juga akan melakukan perbaikan pada jembatan penghubung antar fender yang ada di dermaga tersebut yang sebagian rusak.
“Jembatan penghubung yang digunakan pekerja penarik tali sebagian sudah rusak juga akan segera diperbaiki dan dalam waktu sepekan dipastikan akan selesai,”ungkap Tommy.
Pantauan Cendana News puluhan pekerja terlihat sibuk menarik fender yang terjatuh menggunakan crane buatan. Crane buatan dengan rantai dan penopang tersebut dibuat akibat tidak adanya alat crane yang dipasang di dermaga V Pelabuhan Bakauheni. Salah satu pekerja, Joni (34) mengungkapkan saat ini sedang menarik fender serta melakukan pengelasan pada beberapa bagian fender yang akan dipasang. Ia mengungkapkan fender yang akan diperbaiki diantaranya fender nomor 2, fender nomor 4 dan fender nomor 5.
“Dari sekitar 5 fender ada 3 yang rusak sehingga perlu segera dilakukan perbaikan meski kapal yang bersandar di dermaga V tetap masih bisa beroperasi,”ungkap Joni.
Terkait rusaknya fender di dermaga V tersebut, salah satu perusahaan pelayaran PT JL, melalui kepala perwakilan JL di Bakauheni, Hasan, mengaku perbaikan fender harus segera dilakukan. Sebab menurutnya fender sangat penting untuk melindungi badan kapal dari benturan yang bisa berakibat bocornya dinding kapal.
“Kalau tak segera diperbaiki maka bisa membahayakan kapal yang akan bersandar dan menyangkut keselamatan penumpang yang ikut dalam pelayaran,”ujar Hasan.
PT JL yang memiliki sekitar 6 kapal berbobot rata rata di atas 60.000 GT  di lintasan Selat Sunda merupakan salah satu dari puluhan operator kapal Roll on Roll Off (Roro) yang melayani pelayaran di Selat Sunda. Hasan sebagai kepala perwakilan JL di Bakauheni berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar kapal kapal yang bersandar tak mengalami kendala tekhnis. Ia juga memahami perbaikan fender memerlukan waktu lama dan perbaikan fender terbilang tidak murah bisa mencapai Rp7-Rp8juta perfender.
Pantauan Cendana News, hari ini PT ASDP Cabang Bakauheni dan PT ASDP Cabang Utama Merak mengoperasikan sebanyak 22 unit kapal Roll on Roll Off. Kapal kapal di lintasan Selat Sunda bahkan saat pagi hari mulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB hanya dioperasikan sebanyak 16 kapal akibat di sekitar Pelabuhan Merak sedang digunakan sebagai tempat latihan untuk peringatan HUT TNI ke-69 yang akan dipusatkan di Merak Banten.
Pengurangan jumlah kapal yang beroperasi dari semula 22 menjadi 16 dilakukan karena alur masuk dan keluar di pelabuhan Merak sedang digunakan untuk latihan kapal kapal KRI untuk peringatan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober mendatang. Akibatnya beberapa dermaga di Merak tidak dioperasikan dan hanya 2 dermaga dioperasikan sementara di Pelabuhan Bakauheni masih difungsikan sekitar 7 dermaga termasuk plengsengan.
“Pengaruhnya memang hanya pada waktu sandar serta waktu bongkar selama ada latihan kapal perang di Selat Sunda dan hanya terjadi pada pagi hari karena pada siang hari normal kembali,”ungkap Tommy.
Ia berharap kondisi tersebut tidak mengganggu aktifitas kapal yang melintasi Selat Sunda terutama pada saat liburan Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah/2015 Masehi. Beberapa kapal yang beroperasi terlihat mampu menampung penumpang pejalan kaki dan kendaraan yang berasal dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...