Puluhan Massa di Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas Kasus Tanah Urut Sewu

YOGYAKARTA — Puluhan massa tergabung dalam Front Keadilan Urut Sewu (FOKUS) Yogyakarta menggelar aski solidaritas di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga Jalan Laksda Adicupito, Yogyakarta, Selasa (15/09/2015).  Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan, dan mereka menuntut agar Pemerintah Pusat untuk dapat turun tangan menyelesaikan kasus sengketa tanah di desa Urut Sewu, Kembumen, Jawa Tengah.
Membawa panji-panji kebesaran ormas, puluhan massa FOKUS menyuarakan tuntutannya, terkait sengketa lahan antara warga Urut Sewu dengan TNI AD setempat.  Alan Hakim, koordinator aksi mengatakan, sengketa tanah di Urut Sewu antara masyarakat dengan TNI AD saat ini sedang berada di titik klimaks. Secara sepihak, katanya, TNI telah mengklaim tanah tersebut. 
“Padahal, sudah secara sah tanah tersebut merupakan milik warga Urut Sewu. Kepemilikan tanah yang sah tersebut mengacu pada bukti Surat Letter C dan surat kelengkapan pajak”, beber Alan.
Dengan keyakinan tersebut, kata Alan, Front Keadilan Urut Sewu atas nama kemanusiaan bergerak turut mendesak agar kasus tersebut segera diselesaikan, dan tanah dikembalikan kepada masyarakat Urut Sewu.  
“Kami juga meminta agar pemagaran tanah rakyat oleh TNI di Urut Sewu untuk segera dibongkar dan meminta perampasan lahan rakyat dihentikan. Kecuali itu, kami juga menuntut dibentuknya tim mediator untuk menyelesaikan kasus terserbut, dan meminta agar pemerintah pusat mengusut tuntas kasus kekerasan yang terjadi terhadap warga Urut Sewu yang melibatkan oknum TNI”, ujarnya.
Aksi unjurasa yang dimulai sekitar pukul 15.00, dilakukan dengan damai di bawah penjagaan aparat kepolisisan setempat. Dalam aksi demontrasi itu, massa peserta aksi sempat membakar setumpuk kertas. Setelah puas menyuarakan tuntutannya, puluhan massa FOKUS bergerak meninggalkan lokasi unjukrasa. 

SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...