Rajin Menabung Pedagang Mie Cakalang di Manado Bisa Naik Haji

MANADO — Seorang ibu yang sudah berstatus janda dan berpropesi sebagai pedagang mie di kota Manado, Sulawesi Utara, akhirnya bisa naik haji. Uang hasil dagangnya yang diperoleh setiap hari, ia tabung selama lima tahun, sejak tahun 2010 silam, hingga akhinya ia bisa berangkat haji tahun 2015 ini. 
Inilah Neni Sulaiman, warga asal kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang Manado, akhirnya bisa berangkat naik haji, setelah lima tahun menunggu. Niat untuk berangkat haji telah ada sejak sang suami masih hidup di tahun 2007 silam. 
Saat di temui Cendana News, Senin (07/09/2015),  Neni mengutarakan resepnya hingga bisa berangkat haji. Berkat kegigihan dan usaha sebagai penjual mie, akhirnya Neni bisa naik haji, untuk menunaikan rukum islam kelima.
Dengan ekspresi sedih dan bercampur bahagia, Neni menyalami para calon Jamaah haji lainnya, serta sanak keluarga untuk berpamitan, sambil memegang koper haji yang ia perolah dari Kementrian Agama sebagai peserta calon Jamaah haji. 
Menurut Neni, uang yang ia simpan sebelum naik haji saat suami masih ada, belum cukup untuk digunakan berangkat haji, sehingga ia tabung sambil mencari usaha lain. Setelah ia mendapat ide untuk berdagang mie, akhirnya Neni kembali menabung sambil mencukupi kebutuhan tiga anaknya. Mie yang dijual Neni yaitu jenis mie cakalang, yang merupakan mie khas yang hanya ada di kota Manado. 
Setelah sekian lama berjualan mie cakalang, Neni berangkat ke kota Gorontalo untuk bertemu sang mertua dan menceritakan niatnya untuk berangkat haji. Neni kemudian mendapat warisan dari mertuanya sebesar Rp 60 juta, namun warisan itu, ia tidak gunakan sepenuhnya, tapi Neni membagikan kepada tiga orang anaknya, dan sisanya ia tabung untuk niat naik haji. 
“warisan yang  saya dapat, saya bagikan kepada tiga anaknya masing-masing Rp 15 juta, dan sisanya saya tabung, untuk masuk daftar tunggu naik haji” ujar Neni dengan mata berkaca-kaca.
Neni hanya salah satu dari sekian warga yang ada di Manado, yang memiliki keuletan dan niat untuk naik haji. Berkat perjuangan dan usaha keras, dengan menjual mie cakalang, Neni bisa berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan rukun islam ke lima. Cerita Neni ini bisa menjadi ispirasi bagi umat islam lainnya, asalkan tekun dan rajin menabung pasti bisa seperti Neni. 

SENIN, 7 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...