Rasa Aman dan Nyaman Kunci Sukses Angkutan Umum Modern

JAKARTA — Rasa aman dan nyaman merupakan dua hal yang sangat dibutuhkan oleh pengguna transportasi umum. Dan hal tersebut menjadi suatu hal yang wajib disediakan oleh pengelolah dan penyedia jasa.
Dewasa ini, perkembangan fasilitas transportasi umum di Kota Jakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini berkembang berdasarkan kenyataan bahwa masyarakat sudah jenuh dengan keadaan transportasi umum yang tidak mengindahkan hak-hak rasa aman dan nyaman pengguna jasa. Karena alih-alih melepas lelah sejenak dalam perjalanan,  masyarakat malah sering mendapat tindakan kriminal atau pelecehan seksual (bagi wanita) dari oknum masyarakat tertentu didalam angkutan umum.
Beragam modus yang digunakan oknum-oknum tersebut dalam menjalankan aksinya. Dari berlagak baru keluar dari penjara lalu meminta sumbangan,  berlagak berpuisi dan mengamen lalu memaksa meminta uang, mencopet, merampas barang berharga milik penumpang, oknum awak bus atau mikrobus yang mengusir turun penumpang yang tidak mau membayar penuh untuk tujuan berjarak dekat, sampai para oknum cabul yang mengincar wanita-wanita didalam angkutan umum untuk dijadikan pelampiasan intuisi cabul sesaat.
Kehadiran Trans Jakarta dan Commuter Line merupakan jawaban Pemprov DKI akan keinginan masyarakat akan angkutan umum perkotaan yang murah,  aman,  dan nyaman. Dengan tarif 3,500 rupiah masyarakat bisa naik busway ke tujuan manapun sesuka hati. Bahkan Commuter Line hanya memasang tarif 2,000 rupiah sampai 5,000 rupiah kemanapun tujuan yang diinginkan masyarakat. Keduanya menerapkan kebijakan transit untuk memenuhi keinginan penumpang tersebut diatas.
Bom-bom,  seorang penumpang trans jakarta jurusan blok M – kota mengatakan, inilah impian masyarakat yang baru terwujud. 
“Dulu kami sepertinya diperdaya, sudah bayar lalu dipindah-pindah seenaknya, kena rampok diatas bus, tapi sekarang hal-hal tersebut sudah hampir tidak kami rasakan sejak hadirnya busway dan commuter line,” papar Bom-bom kepada Cendana News, di Jakarta, Senin (07/09/2015).
Hal senada juga datang dari Amy, seorang penumpang commuter line di Stasiun Jakarta Kota. 
“Saya bersyukur Jakarta akhirnya sudah memiliki alat transportasi berupa bus dan kereta yang aman dan nyaman. Apalagi saya wanita, risih sekali jika berdiri diangkutan umum lalu ada oknum cabul yang sengaja menempel-nempel anggota tubuhnya di belakang saya, ” jelas Amy.
Namun bagi seorang warga pejagalan pasar pagi bernama Apriansyah, walau sudah bagus namun kedua alat transportasi umum tersebut tetap butuh perbaikan pelayanan. 
“Ini Indonesia, biasanya diawal selalu bener, selanjutnya mulai berantakan perlahan. Jadi menurut saya,  jangan berpuas diri dulu bagi Trans Jakarta dan Commuter Line,  tetaplah jaga pelayanan agar selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, apapun dan bagaimanapun alasannya harus memberikan yang terbaik,” jelas Apriansyah.
Privatisasi fasilitas,  keamanan perjalanan, serta kenyamanan didalam fasilitas angkutan umum merupakan kunci sukses yang harus selalu dipertahankan oleh TransJakarta dan Commuter Line hari lepas hari. Kepercayaan masyarakat yang begitu besar selama ini jangan sampai hancur oleh ulah oknum tertentu.
Harapan masyarakat kedepannya adalah Trans Jakarta mengganti bus-bus yang sudah tidak nyaman untuk dioperasikan mengangkut masyarakat. Dan bagi Commuter Line, masyarakat berharap pihak KAI perlahan menambah fasilitas charger hp gratis di tiap stasiun.
Dan bagi Pemprov DKI, para pengguna busway jurusan Kalideres via Cideng,  Grogol,  dan sekitarnya meminta agar segera ditindaklanjuti jalur sepanjang Jalan KH. Hasyim Ashari sampai fly over Roxy Mas yang selalu penuh sesak kendaraan umum dan angkutan lainnya sehingga membuat para pengguna ikut terjebak dalam kemacetan yang lama dan panjang setiap sore dari hari Senin sampai Sabtu.
“Tanpa bermaksud menyudutkan pengguna jalan yang lain, akan tetapi sebagai pengguna busway itulah privatisasi serta kenyamanan yang seharusnya kami terima, yaitu Bebas Macet!. Kiranya pengguna jalan lain bisa menerima hal tersebut,” kata Rocky, karyawan yang tinggal dikawasan Grogol.

SENIN, 7 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...