Rasiyo-Lucy Digadang-gadang Sebagai Penantang Risma-Whisnu

SURABAYA — Pasangan Rasiyo-Dhimam Abror dinyatakan tidak memenuhi syarat sehingga tak bisa menjadi penantang Risma-Whisnu dalam Pilkada Surabaya. Keputusan ini didasarkan pada Surat Edaran nomor 433/KPU/VIII/2015 poin pertama butir (a) yang berbunyi: penggantian calon kepala daerah atau wakil kepala daerah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan atau yang berhalangan tetap, dapat dilakukan dengan mengubah posisi kepala daerah menjadi wakil kepala daerah atau sebaliknya. 
“Saya pastikan bahwa keputusan ini bukan karena tekanan dari partai politik maupun gabungan partai politik,” ujar Robiyan Arifin, Kepala KPUD Surabaya.
Sementara Rasiyo yang ditemui di kantor Bank UMKM Jatim, mengatakan siap bertarung kembali. Ia mengaku siap dipasangkan dengan siapa saja. Selain berkoordinasi dengan partai pengusung, Rasiyo juga sudah mengirim utusan untuk menanyakan persyaratan apa saja yang harus dilengkapi untuk mengantisipasi penolakan atau Tidak Memenuhi Syarat oleh KPU.
“Saya siap maju lagi dan pasrah ke partai pengusung. Saya sudah mengirim utusan untuk berkonsultasi. Biar tidak ada masalah di kemudian hari,” katanya. 
Rasiyo juga sempat mempelajari draft PKPU dan persyaratan pencalonan yang tampak di meja kerjanya. “Jadi begitu parpol berkehendak untuk mencalonkan saya lagi, saya sudah ready,” ungkapnya sambil menata berkas dan draft PKPU pencalonan yang berserakan.
Pendaftaran dibuka pada 6-8 September mendatang setelah 2 kali pendaftaran tidak menghasilkan penantang bagi Risma-Whisnu. PAN sebagai partai pengusung berkomitmen menggandeng kembali Demokrat untuk mengajukan calon lain.
Disebut-sebut pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari akan menantang Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya setelah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Semua sudah sepakat, termasuk dewan pimpinan pusat kedua partai politik pengusung,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Soekarwo kepada wartawan di Surabaya.
Menurut dia, dipilihnya Lucy Kurniasari karena menilai anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI periode 2009-2014 itu memiliki semangat dan jiwa kepimimpinan memadai sehingga tak ada alasan untuk tidak memberi kepercayaan kepadanya.
“Nama Lucy Kurniasari juga diterima banyak pihak, termasuk Demokrat dan PAN. Jadi, sudah tidak ada persoalan lagi terkait nama pasangan bakal calon wali kota dan wakilnya,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Sebelumnya, ada dua nama “srikandi” lain yang rencananya dipasangkan mendampingi Rasiyo untuk Pilkada yang diselenggarakan 9 Desember 2015, yakni Esty Martiana Rachmie dan satu perempuan yang dirahasiakan namanya.
“Tapi pilihan lebih ke Lucy Kurniasari. Apalagi Esty memilih fokus di organisasi sebagai ketua pimpinan wilayah Aisyiyah Jawa Timur,” kata Gubernur Jatim tersebut.
Pertimbangan lain, lanjut dia, sebagai calon legislator dari daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo, suara yang diraih tidak sedikit meski masih gagal duduk di kursi Senayan untuk kali kedua.
“Di Surabaya suaranya tinggi, tapi di Sidoarjo memang kecil. Karena ini pemilihannya di Surabaya, saya yakin pasangan Rasiyo-Lucy ini menang dan memimpin Surabaya lima tahun ke depan,” katanya.
SENIN, 7 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...