Ratusan Murid TK di Jayapura Ikuti Manasik Haji

Peserta manasik haji saat melempar jumroh

JAYAPURA — Ratusan murid dari puluhan Taman Kanak-kanak (TK) Kota Jayapura, Papua mengikuti Manasik Haji di Gedung Olahraga Cenderawasih (GOR). Mereka tampil dengan berbagai kloter yang berasal dari beberapa negara.
Setiap kloter dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Australia, Malaysia, Singapura, Australia, Mesir, Irak, Iran, China, Palestina dan berbagai negara lainnya secara bergiliran melakukan tahapan manasik haji, yaitu membaca niat haji secara bersama-sama, Wukuf, Lontar Jumroh, Towaf mengelilingi Ka’bah, Sa’i dan terakhir Tahalul gunting rambut.
Ketua Panitia, Eni Setiawati mengatakan praktek manasik haji ini juga untuk memberikan tambahan pelajaran bagi guru-guru, terlebih khusus kepada anak usia dini dari masing-masing sekolah.
“Kami bantu fasilitasi guru-guru, belum tentu guru TK agama Islam, mempunyai background pendidikan agama islam, apalagi sekarang anak-anak TK belajar kebanyakan langsung melakukan dengan tindakan tidak seluruhnya harus teori, berbeda dengan tingkat SD, SMP dan SMA,” kata Setiawati, Sabtu (26/09/2015).
Anak-anak harus dikenalkan apa itu agama Islam, lanjutnya, Rukun Islam yang harus dikerjakan maupun yang tidak wajib. “Berdo’a ataupun sholat, dan manasik haji harus kami perkenalkan kepada anak-anak, tapi tidak harus dihafalkan. Karena setiap kloter atau masing-masing sekolah sudah pasti ada guru  pembimbingnya,” ujannya.
Sementara itu, Kabid Paud Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, Filiford Korwa menuturkan kegiatan yang berlangsung selama 4 jam ini, merupakan praktek dilapangan kepada anak-anak usia dini.
“Sejak dini anak-anak harus diperkenalkan pendidikan karakter, khususnya kerohanian terhadap anak-anak, agar mereka saling mencintai, mempunyai jiwa kekeluargaan terhada sesama umat manusia dan makhluk hidup lainnya,” kata Korwa.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan mencapai target kota layak anak, inilah salah satunya kegiatan praktek bagi anak usia dini, bukan hanya agama islam, melainkan seluruh pemeluk agama seperti Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Budha akan mendapatkan hal yang sama sesuai dengan agama masing-masing.
“Kami juga mendukung kota layak ini, sehingga anaka-anak ini diberikan peluang untuk mengikuti segala kegiatan positif mereka, salah satunya toleransi umat beragama,” ujarnya.
Peragaan manasik haji tahun ini dimotori Forum Komunikasi Guru (FKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Jayapura, dengan jumlah TK sebanyak 391 anak usia dini dari 12 sekolah yang ada di Kota Jayapura dan lebih dari 50 guru mendampingi ratusan murid tersebut, yang berlangsung kurang lebih empat jam lamanya, dari pukul 13.00 hingga pukul 16.30 WIT.
Kloter dari Australia saat mengelilingi Ka’bah

SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...