Ratusan Orang Padati BPJS Ketenagakerjaan Setiap Hari Cairkan JHT

SEMARANG — Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah Dan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ), Ahmad Hafiz menyebutkan, sejak keluar aturan baru PP No. 60 Tahun 2015 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua ( JHT ) untuk para pekerja yang terkena dampak PHK, dalam setiap hari kerja ratusan orang selalu memadati kantor BPJS.
“Dengan adanya regulasi baru tersebut, para pekerja yang terkena dampak PHK bisa segera mencairkan JHT mereka setelah masa tunggu selama 30 hari ” terangnya di Semarang, Rabu (16/09/2015).
Ahmad Hafiz menambahkan, mengacu pada aturan sebelumnya, JHT hanya Bisa dicairkan setelah masa pensiun, sehingga dengan adanya aturan baru tersebut, para pekerja langsung mendatangi kantor – kantor BPJS untuk mencairkan uang nya.
Hal yang sama juga dijelaskan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang 1, Budiman Siagian. Disebutkan, pekerja yang mencairkan JHT nya, rata – rata adalah mereka yang sudah di PHK sejak beberapa tahun yang lalu. Sejak diberlakukannya regulasi baru, jumlah pengajuan JHT sampai saat ini mencapai 75.197 orang, anggaran yang dicairkan totalnya senilai 582 miliar Rupiah, dengan rata-rata per orang senilai Rp. 2juta-an.
“Persyaratan bagi peserta yang akan mengambil manfaat JHT, apabila peserta berhenti bekerja akibat terkena dampak PHK maupun mengundurkan diri dan sebagainya, jika berkas lengkap dan memenuhi syarat, maka otomatis dana akan ditransfer ke rekening masing – masing,” katanya.
Budiman melanjutkan, petunjuk bagaimana prosedur tata cara dan pembayaran manfaat JHT, sebelumnya telah diatur lebih lanjut secara detail, sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 19. Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua.
Regulasi baru tersebut berlaku efektif per tanggal 1 September tahun 2015, maka sejak saat itu setiap hari ratusan pekerja berbondong – bondong mendatangi 12 kantor cabang dan 23 kantor perintis BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan dana nya.
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...