Ratusan Pembalap Ikuti Kejuaraan Grass Track di Sirkuit Pulosari Lampung

Balapan Grass Track
LAMPUNG — Ratusan pembalap ikut ambil bagian dalam lomba balap motor jenis grass track (garuk tanah) di Lampung Timur yang berlangsung hari ini Rabu (23/9) hingga Kamis (24/9). Ajang adu nyali penghobi olahraga motor ekstreem tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung bekerjasama dengan pecinta balap motor jenis grass track dari seluruh wilayah Provinsi Lampung yang dihelat oleh Asmotim Event Racing organizer selaku penyelenggara.
Ajang balap motor jenis grass track yang merupakan motor motor modifikasi khusus medan sulit ini dilangsungkan di Sirkuit Pulosari Indah, Dusun Pulosari Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengisi liburan Idul Adha 1436 Hijriyah/2015 Masehi yang sebagian sudah mulai hari ini hingga esok hari.
Sekitar 100 pebalap grass track dari wilayah kabupaten di Provinsi Lampung dipastikan mengikuti even yang mulai berlangsung Rabu pagi dan dilanjutkan hingga esok hari. Meskipun dalam kondisi berdebu terlihat antusiasme masyarakat yang ingin menonton ajang balap motor tersebut. Pada hari pertama dipastikan sebanyak 50 starter unjuk kebolehan beradu balap di sirkuit Pulosari. 
“Kami harus memakai masker karena saat motor melintas debu beterbangan tapi melihat aksi para pebalap cukup menghibur apalagi medannya cukup menantang dengan gundukan tanah buatan di sirkuit,”ungkap Ahmad salah satu warga Labuhan Rau kepada Cendana News, Rabu (23/09/2015).
Menurut ketua penyelanggara Asmotim Event Racing organizer, Junaidi, ajang balapan motor jenis grass track di sirkuit tersebut merupakan ajang tahunan dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari beberapa kategori diantaranya kelas open pemula lokal lampung Timur, Kelas junior Lokal Lampung Timur yang dilangsungkan pada hari pertama. Sementara itu pada hari kedua sekaligus pbabak final akan dihelat kelas Free For All (FFA) 135 cc tune up, FFA 150 cc Seeded dan akan dilangsungkan final semua kelas.
“Perlombaan ini memperebutkan thropy serta uang pembinaan yang akan diberikan kepada semua pemenang total sebesar Rp.27 juta serta hadiah menarik dari sponsor, biaya pendaftaran untuk semua kelas Rp.100ribu kecuali kelas FFA Rp150 ribu,”ungkap Junaidi.
Even yang diselenggarakan di sirkuit Pulosari tersebut menurut Junaidi merupakan salah satu ajang untuk mengasah kemampuan para pecinta olahraga grass track yang merupakan bagian dari balap motor di Lampung. Beberapa even balapan motor bahkan sering diadakan di Lampung karena alam Lampung terutama untuk kelas adventure sangat cocok seperti medan gunung, pantai dan sungai. Bahkan Lampung dikenal sebagai “surga”nya para crosser untuk jenis Adventure sehingga beberapa kali even Krakatau Adventure Trail (KAT) diselenggarakan di Lampung.
Pelaksanaan final balapan grass track hari kedua direncanakan akan berlangsung seusai perayaan Idul Adha dan ajang tersebut juga sekaligus mengisi liburan hari raya yang dihelat untuk menghibur masyarakat sekitar dan penghobi olahraga sepeda motor.
Salah satu penonton sekaligus calon peserta, Chriss, mengaku menonton pertandingan hari pertama yang mempertandingkan kelas open pemula lokal dan junior. Ia mengaku akan mengikuti pertandingan hari kedua di kelas FFA. Sebagai salah satu pecinta olahraga grass track ia mengaku sangat menyukai trek yang menantang meskipun sebatas melihat.
“Saya baru turun esok hari karena mengikuti kelas FFA tapi hari ini menonton sekaligus melihat kondisi sirkuit yang akan saya coba,”ungkap Chriss yang sudah mendaftar untuk kategori adventure.
Sebagai pecinta grass track, Chris mengaku melihat trek yang digunakan ajang tersebut sangat menarik meskipun para penonton harus lebih menjaga diri dengan debu yang ditimbulkan. Trek balapan dibuat khusus dengan berbagai macam rintangan, diantaranya gundukan tanah untuk jumping dan kubangan berisi air sebagai rintangan. Sebagian besar penonton bahkan harus rela bermandi debu dan menutupi hidungnya dengan masker.

RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...