Redam Kontra, Yayasan Budhar Gelar Rapat Klarifikasi Pergantian Kepsek

FLORES — Menghindari dampak lanjutan dari pergantian kepala sekolah yang menuai protes dan aksi pelemparan gedung sekolah oleh siswa, pihak Yayasan Budi Dharma (Budhar), Kecamatan Ruteng, Flores, NTT, menggelar rapat dengan para orangtua siswa.
Usai rapat yang berada dalam pengawasan pihak kepolisian tersebut, Ketua Yayasan Budhar, Leksi Kowot menyebutkan, pertemuan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa terkait pergantian kepala sekolah.
Disebutkan, pihaknya telah melakukan rapat pembahasan lebih lanjut dengan para orangtua siswa untuk mengklarifikasi keputusan. “Hal ini kami sudah bahas hari ini dengan para orangtua siswa dan dari mereka tidak ada kontra,” ungkapnya kepada Cendana News di ruang rapat, Jumat (18/09/2015).
Kowot menjamin, pergantian Kepsek di tengah Tahun Ajaran tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar di lembaga pendidikan SMA Budhar Cancar. 
“Karena begini, kepala sekolah baru ‘kan tinggal melanjutkan apa yang sudah dibuat oleh kepala sekolah lama. Juga kebijakan yang diambil ‘kan, keputusan bersama para guru,” ujar Kowot.
Keputusan ini juga, kata Kowot, tidak bertentangan dengan sistem pendidikan yang berlaku umum. Dirinya, mengklaim, pergantian kepsek untuk sekolah swasta murni merupakan keputusan pihak yayasan. 
“Jadi begini. Ini ‘kan sekolah swasta. Seratus persen pergantian kepala sekolah itu wewenang yayasan,” klaimnya.
Sementara itu, terkait dengan aksi penolakan yang dilakukan siswa, Kowot menilai, hal tersebut hanya merupakan ekspresi keengganan mereka untuk melepas kepsek yang lama dengan alasan terlanjur memiliki kedekatan emosional. Dirinya bahkan lebih jauh menuding hal tersebut sebagai bagian dari kenakalan siswa.
“Begini, yang kontra itu murid-murid. Tapi faktanya begini, mereka membaca bahwa kepala sekolah diganti, lalu dia pergi jauh dari sini. Itu karena faktor kedekatan beliau dengan anak-anak. Mungkin itu saja. Lalu kemudian sedikit demonstrasi, ada kenakalan sedikit,” terangnya.
Pantauan Cendana News, saat rapat dengan orangtua siswa dilangsungkan, sejumlah aparat polisi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Cancar terlihat tampak bersiaga di luar ruang rapat. “Kami hadir di sini berdasarkan permintaan dari Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah. Jadi, seperti itu,” jelas salah seorang anggota polisi.
Memang dikabarkan sebelumnya, telah terjadi aksi pelemparan gedung sekolah oleh para siswa saat sedang dilakukan seremoni pergantian kepala sekolah oleh pihak yayasan. Aksi ini melibatkan seluruh siswa di sekolah tersebut sebagai ekspresi kontra terhadap keputusan pergantian kepala sekolah di tengah Tahun Ajaran berjalan. 
JUMAT, 18 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...