Revitalisasi Pasar Oro-oro Dowo, Pedagang Mulai Berjualan di TPS

MALANG — Janji Pemkot Malang untuk merevitalisasi Pasar Oro-oro Dowo Malang mulai terealisasi. Sesuai kesepakatan, para pedagang diberi waktu sembilan hari terhitung sejak tanggal 1 September untuk mengosongkan pasar oro-oro dowo dan pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan Pemkot Malang di pinggir jalan Muria dan jalan Guntur.
Dari pantauan Cendana News, nampak para pedagang sudah menempati dan mulai berjualan di tempat relokasi sementara yang telah disediakan. Namun begitu ada beberapa pedagang yang terlihat masih berbenah menata barang dagangannya bahkan ada beberapar kios yang masih tutup atau belum ditempati.
Meskipun hanya berupa tempat untuk berjualan sementara, namun penempatan lokasi berjualannya dikelompokkan menjadi tiga lokasi tergantung barang daganganya. Ada stan khusus pedagang ikan, ayam, daging, sayuran, stan khusus pedagang makanan dan buah serta stan khusus pedagang prancangan, warung dan pakaian.
Maisaroh salah satu pedagang penjual daging mengaku baru hari ini dirinya berjualan di kios sementara yang disediakan pemkot Malang. Menurutnya, tidak ada pedagang baru disini, semua pedagang yang ada di tempat ini merupakan pedagang lama yang sebelumnya berjualan di dalam pasar oro-oro Dowo.
“Karena sekarang pasarnya di perbaiki, jadi para pedagang sementara berjualan di kios yang terbuat dari kayu dan triplek ini,” jelasnya. Tapi nanti kalau pasarnya suda jadi, para pedagang kembali lagi berjualan di dalam pasar oro-oro Dowo, tambahnya.
Sementara itu didalam pasar oro-oro Dowo terlihat aktivitas beberapa pekerja bangunan mulai membongkar kios-kios lama yang dulu digunakan untuk tempat berjualan para pedagang.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Pasar Oro-oro Dowo akan dibangun menjadi pasar rakyat modern yang bersih, rapi dan juga sehat yang nantinya akan dijadikan pasar percontohan untuk 27 pasar yang ada di kota Malang. Revitalisasi pasar Oro-oro dowo ini rencananya akan menelan biaya Tujuh milyar Rupiah yang merupakan dana bantuan dari Kementerian Perdagangan.

KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...