Satu Oknum Perwira Polisi di Papua Positif Konsumsi Narkoba Jenis Shabu

JAYAPURA — Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, setelah dilakukan tes urine, dari dua Perwira Menengah (Pamen) Polda Papua yang melakukan pesta Narkoba, satu diantaranya berinisial S terbukti positif menggunakan Narkoba jenis shabu. 
“Hasil resmi pihak Dokkes, satu positif dan satu negatif, tapi yang negatif tetap dikenakan disiplin oleh propam dan positif juga ditangani juga oleh propam, kemudian juga ditangani oleh Dit Narkoba, yang positif berinisial S, negartif yang satunya,” tegas Waterpauw, Sabtu (12/09/2015).
Ada juga satu anggota dari Polres Jayapura Kota, lanjutnya, yang telah lama disersi dan diduga juga sebagai pemakai serta pengedar narkoba, kini sedang diproses. “Jadi yang positif bagi anggota itu, masuk didua sisi yaitu dipidana dan juga di kode etik, yang negatif dikenakan displin, karena mungkin dia yang fasilitasi dan lain-lain,” ujarnya.
Dikatakan Waterpauw, barang bukti tidak ditemukan, hanya setelah itu dilakukan tes urin. Sedangkan 3 warga sipil yang juga kepergok pesta narkoba bersama Pamen tersebut, ia belum mengetahui hasil tes urin mereka.
“Yang dilaporkan saat itu yang anggota polisi saja, yang sipil, hasil positif atau negatif saya belum tahu, dan tidak ditahan,” katanya.
Kepada anggota yang merendahkan harkat dan martabat institusi dengaan menggunakan narkoba ataupun dipengaruhi minuman keras, pihaknya tetap menindak tegas. Karena, tindakan yang dilakukan mereka sangat bertentangan dengan apa yang seharusnya dilakukan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Kalau ada yang melakukan hal-hal seperti itu. Kalau dia sebagai pengguna, kami rehabilitasi di Jakarta, tapi hasil kesepakatan sementara, mereka disekolahkan kembali ke SPN Jayapura, kalau yang sudah parah, ada tempatnya sendiri, di Sentul, Jakarta,” tegasnya.
Pihaknya juga berencana melakukan inspeksi mendadak (Sidak) tes urine kepada seluruh anggota di jajaran Polda Papua. “Tes urine ini sifatnya mendadak, nanti akan disinerjikan dengan pihak Dokes Polda Papua, kalau terindikasi menggunakan narkoba atau minuman keras, akan dilakukan sesuai tindakannya, kalau menjadi pembantu atau sebagai pengedar narkoba sanksinya saya pikir dipecat,” ujarnya.
SABTU, 12 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...