Sebulan Buron, Pencuri Bayi di Ambon Akhirnya Diringkus

Mario Tahapary sedang digendong Neneknya di ruang penyidik Mapolres Ambon, Minggu 20 September 2015
AMBON —  Tepat satu bulan, atau sejak Kamis 20 Agustus 2015  hingga Minggu 20 September 2015, aparat Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, akhirnya berhasil membekuk pelaku pencuri bayi bernama Mario Tahapary yang berusia 6 bulan.
Sesuai pantauan dan informasi yang dihimpun Cendana News di Mapolres Ambon, Minggu (20/09/2015), pihak Polres Ambon menangkap pelaku di Kecamatan Tepa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Pelaku diketahui bernama DDL, yang tak lain adalah warga Tepa Kabupaten Maluku Barat Daya.
Kronologisnya, pelaku sampai di Tepa warga setempat curiga. Karena pelaku yang belum resmi menikah tapi tiba-tiba punya bayi.
Kecurigaan warga Tepa benar adanya, menyusul hampir sebulan mereka mengkonsumsi informasi dari media massa, terkait pemberitaan kasus pencurian bayi yang sedang terjadi di Kota Ambon.
Mendapat informasi dari warga Tepa, pihak Polres Ambon kemudian bekerjasama dengan pihak Polres Maluku Tenggara Barat menangkap pelaku pada Sabtu 12 September 2015 di Kecamatan Tepa Kabupaten MBD.
Karena akses transportasi sulit sehingga aparat Kepolisian Polres Ambon baru bisa mendatangkan pelaku dari kabupaten MBD ke Kota Ambon, Minggu (20/9/2015).
Pelaku dan bayi malang itu kemudian dibawa dari Kabupaten Maluku Barat Daya ke Saumlaki, Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), dengan menggunakan penerbangan Wings Air pada pukul 09.30 WIT, dan tiba di Bandara Pattimura Laha Ambon, sekitar pukul 11.42 WIT, Minggu (20/9/215).
Tampak di Mapolres Ambon ketika turun dari mobil, pelaku menutupi kepalanya dengan menggunakan jaket jeans biru menuju ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Mapolres Ambon guna diperiksa lebih lanjut.
Sementara itu pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dalam hal ini Kasubbag Humas Polres Ambon, Iptu Meity Jacobus, belum bisa mengomentari apa motif sebenarnya dari pencurian bayi malang tersebut.
Namun dugaan sementara kasus pencurian bayi ini bermotif perdagangan manusia (human trafficking), seperti yang terjadi selama ini di daerah lainnya di Indonesia.
Diketahui, pelaku mencuri Mario Tahapary (6 Bulan), Putra dari Albertina Tahapary (26), warga Desa Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon itu, di Terminal Mardika kawasan Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, sekitar pukul 12.00 WIT, Kamis (20/8/2015), bulan lalu.
Hingga berita ini dilansir, pihak Mapolres Ambon sudah menahan pelaku dan masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, guna mengungkap apa motif sebenarnya di balik pencurian putra Albertina Tahapary itu.
Ruang penyidik Mapolres Ambon, Minggu 20 September 2015

Pelaku tampak sedang diinterogasi aparat dari Mapolres Ambon, Minggu 20 September 2015

Ruang penyidik Mapolres Ambon, Minggu 20 September 2015

MINGGU, 20 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...