Sejarah G.30.S/PKI Menjadi Contoh Terganggunya Ideologi Pancasila

Ketua PD XXIV FKPPI Papua dan Papua Barat, Yan Ayomi
JAYAPURA — Ketua Pengurus Daerah (PD) XXIV Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Papua dan Papua Barat, Yan Ayomi menyebutkan, peristiwa G.30.S/PKI tersebut harus dikenang dan terus dicatat dalam sejarah, sehingga penerus banga Indonesia terus waspada masuknya ideologi komunis seperti itu didalam bingkai Pancasila.
“Dan juga ini sebagai tanda, agar pemimpin-peminpin negara ini terus waspada, baik pemimpin di pusat sampai di daerah-daerah, bahwa Pancasila ini sangat penting sebagai dasar negara kita, karena kita semua bersatu dari Sabang sampai Merauke karena Pancasila,” beber Politisi Partai Golkar Provinsi Papua.
Kenapa bersatu, menurutnya, karena negara Indonesia mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, sehingga berbagai macam keyakinan dan negara ini juga mengakui adanya kemanusiaan didalam negara Indonsia.
“Ini dua nilai universal yang telah diakui di dunia, itu sebabnya G.30.S/PKI ini sangat penting bagi kita semua untuk mewaspadainya, bahwa ancaman itu selalu datang untuk menganggu, apalagi ancaman ideologi. PKI ini kan ancaman ideologi yang ingin mengganti pancasila, itu tidak boleh,” tutur mantan Ketua Angkatan Muda Pemuda Indonesia (AMPI) Irian Jaya (kini Papua).
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...