Si Jago Merah Lahap Empat Rumah di Kota Ambon

AMBON — Kebakaran terjadi lagi di Kota Ambon. Kali ini si jago merah beraksi di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku Sabtu pagi (12/9/2015), sekitar pukul 07.00 WIT (05.00 WIB).
Pantauan Cendana News, Jago merah melahap empat unit rumah warga setempat. Asap tebal dan api merah muncul di salah satu rumah yang dipakai untuk usaha kerajinan kerang. Sang pemilik adalah Wa Ida. Api kemudian merembet ke tiga rumah lainnya. 
Awalnya api kelihatan kecil tapi secepatnya melebar dan membesar. Tiga rumah warga lain yang juga dijangkau jago merah yaitu tempat usaha air mineral. Istana Roti lantai 1 dan 2 milik Warda Assagaff. Dan rumah milik Ny. Yam Liem. Rumah Wa Ida dan tempat usaha air mineral ludes atau mengalami kebakaran parah. Sedangkan Istana Roti dan rumah milik Ny. Yam Liem separuhnya terbakar.
Warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara pun berlarian berusaha memadamkan api secara manual dengan menggunakan ember seadanya. Namun upaya warga tidak berhasil. Api begitu cepat merembet hingga memakan tiga rumah warga lainnya yang berdekatan dengan titik kebakaran naas tersebut.
Sekitar setengah jam atau pukul 07.30 WIT baru petugas pemadam dari Pemkot Ambon turun ke lokasi bersama warga sekitarnya berusaha memadamkan api.
Tampak di lokasi kejadian sedikitnya, ada 7 unit mobil pemadam milik Pemkot Ambon bersama warga setempat menjinakan amukan si jago merah. Beruntung api tidak merembet ke masjid An Nur Desa Batu Merah yang sangat dekat dengan titik kebakaran. Karena pagi tidak ada angin yang kencang.
Dugaan sementara kebakaran tersebut karena dipicu hubungan arus pendek listrik tepatnya di rumah yang dipakai untuk kerajinan kerang tersebut.
Ketua RT002/RW002 Desa Batu Merah Iwan Kurniawan yang diwawancarai Cendana News di TKP mengatakan, kebakaran diduga terjadi akibat hubungan arus pendek.
“Dugaan sementara ada konslet atau hubungan arus pendek di rumah milik saudara Wa Ida. Sehingga terjadi kebakaran,” kata Iwan.
Atas musibah kebakaran yang menimpa empat unit rumah warganya ini, ditaksir kerugian yang dialami para pemilik (korban) ratusan juta rupiah.
Sementara itu, pengakuan Ny. Warda Assagaff/Marasabessy pemilik istana roti kepada Cendana News di lokasi mengatakan kebakaran bukan karena arus pendek tapi karnea ledakan kompor. Sebelum kebakaran meluas hingga memakan separuh bangunannya, ada bunyi ledakan kompor di rumah Wa Ida (pedagang kerang).
“Ada ledakan kompor hock di rumah saudara Wa ida. Karena saat itu Wa Ida memasak air, dan pergi ke pasar. Tidak lama bunyi ledakan dan api pun menjalar,” ungkapnya.
Sekitar pukul 08.30 WIT (06.30 WIB), petugas pemadam dan warga setempat, baru bisa menaklukan jago merah.
SABTU, 12 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...