STKIP Santo Paulus Ruteng Wisuda 1.225 Sarjana Pendidikan

Wisuda STKIP Santo Paulus Ruteng
FLORES — Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santo Paulus Ruteng, Manggarai, Flores, NTT, hari ini, Sabtu (26/09/2015) melaksanakan wisuda ribuan sarjana pendidikan dari sejumlah kategori program studi. Terhitung 1.225 wisudawan-wisudawati mengambil bagian dalam upacara akademik bertajuk ‘Rapat Senat Terbuka STKIP Santo Paulus Ruteng Dalam Rangka Wisuda Sarjana Tahun 2015’ tersebut.
Ketua STKIP Santo Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, dalam sambutannya mengatakan, wisuda mengungkapkan bukti bahwa para wisudawan-wisudawati telah sukses menyelesaikan kewajiban akademik sebagai mahasiswa dan mahasiswi. Para wisudawan selanjutnya secara resmi akan menyandang predikat sebagai sarjana pendidikan.
“Pada hari ini, kita patut bersyukur karena saudara-saudari, anak, sahabat dan kekasih kita telah berhasil menyelesaikan berbagai tuntutan beban akademis dan non-akademis setingkat sarjana pendidikan. Hari ini nama mereka bertambah panjang dengan gelar S.Pd. di belakangnya, dan berhak atas perlakuan sesuai dengan kualifikasi tersebut di dalam forum publik di masyarakat dan negara,” ungkapnya di hadapan civitas academica dan para wisudawan serta para hadirin.
Wisuda juga, kata dia, menjadi momen penyerahan kembali para wisudawan ke keluarga masing-masing sekaligus tanda kembali ke tengah masyarakat. “Pada hari ini, kami secara resmi menyerahkan kembali para wisudawan-wisudawati ke keluarga masing-masing sebagai sarjana pendidikan dan bukan ‘sarjana paksa dosen’, S.Pd. Kami menyerahkan mereka sebagai manusia cerdas, berkarakter, bermoral dan beriman untuk menjadi batu tumpuan yang menghiasi kehidupan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Yohanes optimis, pelbagai proses akademik selama beberapa tahun di lembaganya telah cukup membekali para wisudawan-wisudawati untuk menghadapi kehidupan yang serba kompetitif saat ini. “Kami menyerahkan mereka dengan seperangkat kompetensi keilmuan, pedagogis, personal, sosial dan spiritual untuk menjadi duta pendidikan yang responsif dan kapabel di era berdaya saing saat ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Santo Paulus Ruteng (Yaspar), Gerardus dalam kesempatan bicaranya berharap, para wisudawan-wisudawati nantinya bisa menunjukkan daya saing di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang cenderung kompetitif. “Terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Indonesia. Tentu kita pun tidak luput dari pengaruh MEA tersebut,” ujarnya.
Tantangan serupa juga disampaikan oleh Penjabat Bupati Manggarai, Marius Ardus Jelamu dan Dirjen Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) melalui Sekretarisnya. Keduanya mendorong para wisudawan-wisudawati agar terus meningkatkan kemampuan diri dalam rangka persaingan global. “Belajarlah bahasa asing, minimal Bahasa Inggris. Tujuannya supaya bisa berkomunikasi dengan baik dalam membangun jaringan kerja di tengah persaingan MEA nanti,” ujar Marius.
Pantauan Cendana News, upacara wisuda ini tampak dilakukan di bawah tenda yang dibangun di lapangan sepak bola lembaga tersebut. Sementara itu, para wisudawan yang memadati seluruh ruang tenda tampak mengikuti upacara ini dengan penuh khidmat. Terlihat pula para orangtua dan keluarga dari masing-masing wisudawan hadir dalam acara tersebut. Turut hadir pula rombongan dari jajaran Pemda Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur serta civitas academica STKIP Santo Paulus Ruteng.
Informasi yang dihimpun Cendana News, ribuan mahasiswa yang diwisuda berasal dari empat program studi (prodi). Paling banyak berasal dari Prodi PGSD Reguler (406 orang) diikuti PGSD Non-reguler (298 orang). Kemudian sebanyak 264 wisudawan dari Prodi PSKGJ-PGSD dan 145 wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris serta 102 wisudawan dari Prodi Pendidikan Teologi. 
SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...