Tambah Daya, Sorong Selatan Papua Barat Akan Dibangun PLTG

Penandatangan pihak PLN wilayah Papua, Papua Barat  dan pihak PT Waymon Energi
JAYAPURA — Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 3 Mega Watt (MW) di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat bakal dibangun PT Waymon Energi. Pasalnya, bebasan puncak yang dialami di daerah tersebut mencapai 1,4 MW.
Kepala PLN wilayah Papua dan Papua Barat, Robert Sitorus mengatakan jika nantinya pembangunan PLTG tersebut terlaksana, maka PLN wilayah Papua dan Papua Barat hanya membutuhkan daya sebesar 2 MW untuk melistriki Kabupaten Teminabuan.
“Bahan bakar PLTG berupa CNG akan memanfaatkan potensi gas bumi yang berada di Sorong dan bahan bakar ini dikirim melalui jalur darat dengan menggunakan transportasi truk yang menempuh jarak sekitar 140 kilometer dari Sorong menuju Kabupaten Teminabuan,” kata Sitorus, Jumat (25/09/2015).
Dikatakan, PT Waymon Energi akan melakukan kajian bersama untuk penggunaan teknologi CNG di lokasi lain, yang masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
“Seperti di Kaimana, Fakfak, dan Manokwari di Provinsi Papua Barat. Kami berharap, adanya PLTG sistem kelistrikan di wilayah Papua dan Papua Barat bisa lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, PLN wilayah Papua dan Papua Barat melakukan penandatanganan MoU dengan pihak PT Waymon Energi di Kota Jayapura, Provinsi Papua untuk pembangunan PLTG berbahan bakar gas, yang dihadiri langsung Robert Sitorus, Manajer Teknik, Edyson Radjagukguk, Manajer Perencanaan, Abdul Farid, Deputi Manajer Perencanaan Pola Operasi dan Pemeliharaan Sistem Distribusi, Krisantus Hendro Setyawan, serta staff terkait.
Sementara dari PT Waymon Energi dihadiri, President Direktur PT Waymon, Massimiliano Bell, Direktur PT Waymon Adwin R. Ichwan, serta Presiden Direktur PT AAPS (Arar Asia Power Sorong), Denis Breton.
Sebelum penandatangan tersebut, PT Waymon Energi telah melakukan kajian terlebih dahulu selama 6 bulan terkait dengan potensi sumber daya alam, khususnya gas bumi yang dapat bermanfaat, terutama di wilayah Provinsi Papua Barat.
JUMAT, 25 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...