Tekan Penyebaran Kuman TB, Kader Minta Penderita Rajin Pakai Masker

Penderita TB memakai masker
LAMPUNG — Menekan penyebaran penyakit Tuberculosis (TB),  kader kesehatan peduli TB wilayah Kecamatan Sragi Lampung Selatan Provinsi Lampung manganjurkan penderita untuk rajin memakai masker.
“Agar kuman TB bisa menyebar melalui udara saat pasien TB batuk, bersin atau meludah, terutama saat musim kemarau ini, “ungkap kader kesehatan peduli TB, Siti Amsaroh kepada Cendana News, Rabu (30/09/2015).
Disebutkan, Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yang bernama mycobacterium tuberculosis. Musim kemarau panjang yang membuat debu beterbangan membuat TB rentan menyebar. Selain itu pola hidup kurang sehat serta kondisi lingkungan tak sehat pun bisa mengakibatkan penyebaran TB meluas.
Dia juga menyebutkan, saat ini di Kecamatan Sragi sudah terjadi penurunan jumlah penderita TB. Dari total sebanyak 17 orang yang terdata mengidap TB sebanyak 12 orang dinyatakan sembuh, sementara yang menjalani pengobatan mencapai 5 orang, dua diantaranya anak anak.
“Kami sebagai kader dibantu beberapa rekan bahkan rajin membagikan masker kepada keluarga penderita TB agar lebih bisa meminimalisir penyebaran TB dalam lingkup keluarga,jika sudah perlu penanganan kami arahkan ke Puskesmas,”ungkap Siti.
Selain memberi penyuluhan terkait gejala TB, Siti bersama kader lainnya juga rajin memantau penderita untuk lebih rajin meminum obat yang telah diberikan.
Beberapa waktu lalu, ungkap Siti ia mengakui pernah mendapat sosialisasi terkait bahaya, penanganan dan penyembuhan pasien TB.  Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti empat desa yakni Desa Mekarmulya, Palaspasemah, Rejomulyo, dan Palasjaya yang dilaksanakan di Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas serta Sragi dan ia pun mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapat ilmu terkait penanganan TB.
Sementara itu, pemateri dari Badan Pemberantasan Penyakit Menular (BPPM), B. Didik Setiawan, yang mewakili Kepala BPPM Dinas Kesehatan setempat, Endang Sutarman menyebutkan, tujuan dari sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan terhadap penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis.
Didik menjelaskan, dari 2012 – 2013 jumlah penderita Tuberculosis (TB) Paru diwilayah Kabupaten Lampung Selatan, mengalami penurunan. Dimana, jumlah positif penderita TB Paru pada 2012 sebanyak 834 orang, sedangkan pada 2013 sebanyak 819 orang. Sementara ditahun 2014-2015 ini jumlah penderita TB bisa meningkat atau bahkan menurun tergantung dengan pola hidup sehat yang diterapkan masyarakat. Meski jumlahnya di bawah angka 700 namun peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan angka penderita TB tersebut.
“Untuk tahun ini dari Januari – Mei jumlah penderita TB Paru sebanyak 400 orang. Tetapi menurut perkiraan dari hasil survey kami, di Kabupaten Lampung Selatan jumlah penderita ini kisarannya sekitar 1500 – 1600 orang. Maka dari itu, diadakan sosialisasi ini diharapkan bagi penderita TB Paru agar segera diobati,”ujar dia.
Ia berharap kader kader yang telah dilatih sebagai kader peduli kesehatan khususnya TB bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan TB. Sosialisasi tersebut pun diberikan tidak saja bagi penderita yang sudah positif terkena TB tetapi bagi keluarga penderita yang setiap hari berinteraksi langsung dengan penderita.
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...