Tempat Baru, Pedagang Buku Eks Kwitang Pertahankan Image Lama

Toko buku eks kwitang di Blok M Squre
JAKARTA — Sejak digusur lima tahun lalu, pedagang buku murah eks Jalan Kwitang Jakarta Pusat saat ini menempati toko baru di Basement Blok M Square. Dalam menarik pelanggan baru, mereka tetap mempertahankan image lama.
Seorang pedagang buku murah eks jalan kwitang, Hendra mengatakan, mereka masih sulit melepaskan image yang sudah melekat kepada mereka, yaitu pedagang buku murah kwitang. Oleh karena itu sampai sekarang ini, walaupun sudah menempati lahan berdagang yang baru di BlokM square, ia dan teman-temannya tetap memakai buku murah eks kwitang sebagai sarana promosi.
” Bahkan saya buat website, agar semua orang tahu bahwa kami sudah pindah di basement blok M square, bukan lagi di kwitang,” ujar Hendra singkat.
Omset para pedagang di tempat yang baru memang berbeda jauh dengan di tempat lama. Di BlokM square mereka semua mengalami penurunan omset. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat para pedagang buku eks kwitang untuk terus mencari jalan memperdagangkan buku-bukunya. Tidak jarang mereka menjadikan media sosial sebagai ajang promosi seperti Hendra, yang telah membuat website sendiri demi mendongkrak penjualan buku di tokonya.
” Terkadang ada juga kerinduan dengan tempat lama. Dimana jika siang hari kami sudah bisa menghitung keuntungan sambil memikirkan dengan santai berapa lagi keuntungan yang akan kami dapatkan keesokan harinya. Akan tetapi itu adalah dahulu, kita sekarang sudah disini sekarang, jadi berjuang saja seperti bagaimana dahulu kita berjuang,” Papar Hendra lagi yang diamini oleh rekan-rekannya sesama pedagang buku eks kwitang.
Di Blok M square, para pedagang buku tersebut adalah pemilik kios yang mereka tempati. Dengan kemudahan cicilan DP selama tiga tahun sebelum pembayaran lunas pembelian kios, maka para pedagang memiliki harapan besar kedepannya, yaitu mereka adalah pedagang dengan kios milik sendiri, bukan lagi sewa di pinggiran jalan.
” Ini adalah aset kami, jika suatu saat tempat ini sudah ramai dan kami siap untuk melebarkan sayap, maka harga sewa atau bahkan harga jual kios kami akan setinggi langit. Jadi tidak ada ruginya ditempat baru ini, karena kita bagaikan sedang menabung untuk masa depan,” Parlin, rekan Hendra menambahkan.
Terkadang kita memang sering hidup di balik bayang-bayang masa lalu. Jika masa lalu itu kelam, maka kita akan menjadi orang yang tertutup akan dunia luar. Namun jika sebaliknya, maka kita akan menjadi manusia paling berbahagia. Namun pernahkan kita menyadari bahwa apapun masa lalu yang membayangi, kita tetap harus berjuang. Dan perjuangan hidup kita adalah sama baik itu di masa lalu maupun di masa sekarang.

SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...