Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Raskin Divonis 27 Bulan Penjara

Suasana sidang

AMBON — Terdakwa Idham Samin alias Imran selaku Pembantu Kaur Umum Desa Batu Merah, divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor Ambon di Pengadilan Negeri Ambon dengan hukuman 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan, terkait kasus tindak pidana korupsi angaran beras miskin (Raskin) di Desa Batu Merah.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 50 juta, subsidair dua bulan penjara juga dibebankan membayar uang penggganti sebesar Rp. 171 Juta subsider empat bulan penjara.

Pantauan Cendana News Selasa (08/09/2015) menerangkan, sidang dengan agenda putusan yang dibacakan R. A. Didik Ismiatun (Hakim ketua) didampingi dua Hakim Anggota masing-masing Edy Sebjangkara dan Abadi, masih ringan bila dibandingkan dengan dakwaan Jaksa Penutut Umum (JPU) sebelumnya.

Pasalnya, JPU menuntut terdakwa dengan ancaman hukuman 30 bulan penjara (2 Tahun 6 bulan penjara), denda Rp. 50 Juta serta UP sebesar Rp. 280 juta serta subsider 4 bulan penjara.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan kemarin turut dihadiri JPU Asmin Hamzah dan Kuasa Hukum Terdakwa yaitu Ma’ad Patty, SH.MH.

Sesuai amar putusan majelis hakim menerangkan, terdakwa Idham Samin (Pembantu Kaur Umum Desa Batu Merah) juga pelaksana/pengelola Raskin Desa Batu Merah perbuatannya secara sah melawan hukum sehingga menyebabkan Negara merugi sebesar Rp 280.400.000.

Menurut majelis hakim, pada 2014 Desa Batu Merah mendapat jatah Raskin reguler sesuai dengan SK Wali Kota Ambon Nomor: 171 tahun 2014 tanggal 13 Maret 2014. Dimana lampiran SK menetapkan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) Desa Batu Merah sebanyak 1.515.

Alokasi raskin yaitu 15 Kg/RTSPM, sehingga dalam satu bulan pagu Raskin reguler Desa Batu Merah yang diperuntukan kepada 1.515 RTSPM adalah 22.725 Kg.

Dalam setahun yaitu Januari 2014 hingga Desember 2014, total jatah Raskin reguler Desa Batu Merah berjumlah 272.700 Kg.

Terdakwa Idham Samin  selaku pengelola/pelaksana raskin Desa Batu Merah tahun 2014 seharusnya menyalurkan jatah raskin reguler sebanyak 272.700 Kg, ke 104 titik bagi untuk 1.515 RTS-PM. Tapi, tidak semua disalurkan melalui Ketua RT/RW.

Sehingga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi seperti diatur dalam pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.

“Mengadili Terdakwa Idam Samin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukaan Tindak Pidana Korupsi dana Raskin Desa Batu Merah sebagaimana diatur dalam pasal 3 dengan pidana penjara 2,3 tahun penjara, denda senilai Rp. 50 Juta serta dibebankan membayar ganti rugi Rp. 171 juta, subsider 4 bulan penjara,” ucap Hakim Ketua.

Pasca mendengarkan vonis, baik JPU maupun Terdakwa dan Kuasa Hukmumnya menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

Sementara itu, Ma’ad Patty Kuasa Hukum Terdakwa Idham Samin yang diwawancarai Cendana News usai sidang mengatakan, putusan hakim sangat berbeda jauh dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan sebelumnya.

“Sehingga kami akan pertimbangkan dan pikir-pikir bersama klien kami atas putusan majelis hakim ,” pungkasnya.

RABU, 9 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...