Terimbas Kabut Asap, Pelayaran Selat Sunda Masih Normal

LAMPUNG — Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan di beberapa wilayah Sumatera serta kebakaran kecil di wilayah Lampung mulai berhembus ke wilayah Selat Sunda. Tak hanya kabut asap yang berasal dari wilayah lain, beberapa pembakaran perkebunan oleh petani mengakibatkan Selat Sunda yang menjadi jalur pelayaran lintas Pelabuhan Bakauheni, Lampung- Merak, Banten terlihat samar samar. Kapal kapal Roll on Roll Off (Roro) yang melintas bahkan terlihat samar samar dari kejauhan jika sebelumnya jelas terlihat secara visual.
Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni Heru Purwanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, kabut asap belum mengganggu pelayaran di lintasan Selat Sunda. Sejauh ini ungkapnya pelayaran di Selat Sunda masih berjalan normal tanpa adanya hambatan akibat asap.
“Kalau visual masih tetap bagus untuk pelayaran sehingga secara umum belum berdampak bagi pelayaran, buktinya trip kapal masih normal dan tetap berjalan seperti pada hari biasa,”ungkap Heru Purwanto saat ditemui Cendananews.com di kantor PT ASDP Cabang Bakauheni, Selasa(15/9/2015).
Heru menambahkan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bakauheni, PT ASDP tetap berkoordinasi untuk memberikan himbauan keselamatan bagi kapal kapal yang berlayar melalui para nahkoda kapal. Ia juga tak menampik kabut asap yang menyelimuti perairan setempat memang lebih tebal dari minggu minggu sebelumnya, namun belum mengganggu jarak pandang nahkoda kapal roro.
Jarak pandang sekitar dua mil di laut dirasa masih aman untuk pelayaran dan tetap mewaspadai untuk lintasan Internasional di Selat Sunda di mana kapal kapal mancanegara sering melintas. Tetapi himbauan untuk tidak memaksakan diri saat kabut asap tebal dilakukan untuk menjamin keselamatan para penumpang.
Hingga saat ini PT ASDP mengoperasikan sebanyak 25 kapal Roro, sementara kapal yang tak dioperasikan sebanyak 44 unit. Kapal yang tak beroperasi sebagian sedang menjalani idle, dockinmg, anchor di perairan Pelabuhan Merak dan pelabuhan Bakauheni.Sementara itu  kapal yang menjalani docking diantaranya KMP Legundi, KMP Sakura Ekspress, KMP Suki 2, KMP Trimas Laila, KMP Titian Murni. Kapal yang sedang anchor diantaranya KMP BSP 1, KMP Batu Mandi, KMP Bahuga Pratama, KMP Duta Banten, KMP Baruna.
Dari sekitar 7 dermaga termasuk dermaga plengsengan, Heru mengungkapkan saat imi dermaga IV yang merupakan dermaga infinity belum dioperasikan. Tidak dioperasikannya dermaga IV diakibatkan dermaga di pelabuhan Merak sedang dilakukan perbaikan sehingga untuk operasional dialihkan ke dermaga lain.
Dari pantauan Cendana News, kebakaran terjadi di Pulau Kandang Balak yang berada dua mil dari Pelabuhan Bakauheni Lampung. Kebakaran yang diduga sengaja dilakukan oleh petani pekebun di pulau tersebut mengakibatkan jarak pandang menjadi terbatas. Kabut asap bahkan menutupi kapal kapal lain yang melintas meskipun masih samar terlihat. 
Selain Pulau Kandang Balak, beberapa pulau di hadapan Pulau Sumatera diantaranya Pulau Rimau Balak, Pulau Sangiang pun tampak samar samar akibat diselimuti kabut asap. Kondisi yang sama juga terjadi di sebagaian wilayah Bakauheni namun masyarakat terlihat masih beraktifitas seperti biasa dan tak terpengaruh kabut asap.


SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...