Terindentivikasi 1508 Kasus, Kota Ambon Darurat HIV/AIDS

Kota Ambon
AMBON — Penyebaran virus mematikan HIV/AIDS di Kota Ambon memasuki kategori darurat. Tercatat ada 1508 kasus yang saat ini ditangani Pemerintah Kota. 
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Walikota Ambon, Piter Ohman Usai membuka workshop Penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) Ambon, tentang HIV/AIDS yang diselenggarakan Yayasan Arika Mahinaa  lewat program Maju Perempuan Indonesia Untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU), di lantai I Amariz Hotel, Selasa (29/9/2015).
Menurut Piter, 1508 kasus penderita HIV/AIDS yang diidentivikasi merupakan komulatif penjumlahan untuk tahun 2012 sebanyak 1169 kasus. Tahun 2103 sebanyak 146 kasus, tahun 2014 sebanyak 141 kasus, dan Juni 2015 terdapat  52 kasus.
“Jadi, sudah 1508 kasus penderita HIV/AIDS di Kota Ambon yang berhasil diidentifikasi itu kategorinya darurat.Sehingga harus mendapat penanganan prioritas dan serius,” terangnya.
Piter meminta, ada keseriusan dari semua pihak agar bersama membantu menyelesaikan penyakit mematikan tersebut.
Untuk menjawab itu, kata Piter, wajib diterbitkan produk hukum dalam hal ini Peraturan Daerah (Perda), dimana sudah ditetapkan DPRD Kota Ambon pada 20 mei 2015.
“Mestinya perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota Ambon terkait  penanganan virus yang mematikan ini,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator Penyelenggara Workshop sekaligus  Ketua Program MAMPU Jemi Talakua mengatakan, penetapan Perda tentang penanggulangan HIV/AIDS 20 Mei 2015 itu, merupakan produk hukum dan perlu ditindaklanjuti dengan produk aturan di bawahnya guna mengatur secara teknis.
Dengan demikian, lanjut Talakua, inisiatif untuk menggelar workshop terkait Perda HIV/AIDS,  didasarkan pada jumlah kasus yang cukup tinggi di kota Ambon.
“Penanganan serius kasus HIV/AIDS di Kota Ambon saat ini harus didukung Peraturan Wali Kota, sehingga tidak mengalami kendala di masyarakat,” pungkasnya.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...